Tito Karnavian Ungkap Peran Basri di Kelompok Santoso

Tito Karnavian Ungkap Peran Basri di Kelompok Santoso
Kapolri Jenderal Tito Karnavian
A+ A-
JAKARTA - Anak buah Santoso, M Basri sudah berhasil ditangkap sejak 14 September 2016 di sungai Napu, Poso Pesisir bersama istrinya. Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian, pemeriksaan Basri tidak perlu dilakukan oleh Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88.

"Dia (Basri) sudah beberapa kali ditangkap dan cukup ditangani di Poso karena Polda Sulteng (Sulawesi Tengah) mampu," kata Tito di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (23/9/2016).

Lanjut Tito, penanganan Basri di Polda Sulteng memang dilakukan berdasarkan tingkat kemampuan yang dimumpuni Basri. "Dia enggak banyak tahu, dia bukan pemikir, dia adalah muscle, tukang pukul. Lagian dulu pernah ditangkap bawa ke sini vonis 20 tahun, lari (kabur)," terang Tito.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian akan memerintahkan tim untuk memburu Ali Kalora sebagai sasaran utama Operasi Tinombala, setelah Santoso dan Basri berhasil dilumpuhkan.

"Terakhir ke depan akan ada evaluasi saya perintahkan Ali Kalora untuk ditangkap," ujar Tito di Jakarta Convention Center, Senayan, Kamis 22 September.

Tito mengatakan, jika dalam waktu dekat tim satgas mampu melumpuhkan Ali Kalora maka kemungkinan Operasi Tinombala akan berakhir. "Setelah itu mungkin kita akan kembli yang operasi rutin biasa," ujarnya.

Pekan lalu tim satgas telah berhasil melumpuhkan Muhammad Basri beserta istri di Sungai Napu, Poso Pesisir. Tak selang lama kemudian, tim juga melumpuhkan Adji salah satu anak buah Santiso dan Basri. Dengan begitu jumlah kelompok MIT hanya tersisa 11 orang.


(maf)
dibaca 4.132x
Top