14 Ilmuwan Muslim yang Terlupakan Sejarah

14 Ilmuwan Muslim yang Terlupakan Sejarah
Ilustrasi. (Sindonews)
A+ A-
SEJARAH membuktikan dunia Islam telah melahirkan banyak ilmuwan hebat di berbagai bidang. Sayangnya para cerdik pandai itu tidak mempatenkan ilmunya. Hal inilah yang menyebabkan banyak orang-orang pintar Islam tidak dikenal dunia laiknya para ilmuwan Eropa dan Barat. Berikut 14 ilmuwan Islam yang terlupakan oleh dunia.

1. Abu Bakar Muhammad bin Zakaria ar-Razi

14 Ilmuwan Muslim yang Terlupakan Sejarah

Abu Bakar Muhammad bin Zakaria ar-Razi atau yang biasa dipanggil Razi lahir di Teheran, Iran (864-930). Semasa hidupnya beliau meneliti tentang penyakit seperti demam, penyakit cacar, alergi, dan asma. Selain itu Razi merupakan orang pertama yang menulis tentang alergi dan imunologi.

Di dunia barat para ilmuwan lebih mengenalnya dengan nama Rhazes yang merupakan seorang pakar sains yang berasal dari Negara Iran yang hidup sekitar tahun 864 – 930. Sejak usia muda Razi telah mempelajari ilmu filsafat, kimia, matematika, dan kesusastraan.

Dalam bidang kedokteran pula beliau berguru pada Hunayn bin Ishaq di Baghdad. Setelah dewasa Razy dipercaya memimpin sebuah rumah sakit di Rayy dan Muqtadari di Baghdad. Sebagai seorang dokter utama di rumah sakit tersebut kinerja Razi telah dibuktkan dengan catatannya mengenai penyakit cacar.

Ar-Razi diketahui sebagai seorang ilmuwan yang menemukan penyakit alergi asma dan imunologi. Pada salah satu tulisannya beliau menjelaskan bahwa penyakit rhinitis bisa terjangkit akibat mencium bunga mawar pada musim panas. Pada bidang farmasi ar-Razi berkontribusi membuat peralatan medis seperti tabung, spatula dan mortar selain itu beliau juga telah mengembangkan obat-obatan yang berasal dari merkuri.


Selanjutnya...
dibaca 17.100x
Halaman 1 dari 10
Top