Patroli Bersama Tiga Negara Solusi Utama Cegah Perompakan

Selasa, 12 Juli 2016 - 10:31 WIB
Patroli Bersama Tiga...
Patroli Bersama Tiga Negara Solusi Utama Cegah Perompakan
A A A
JAKARTA - Kasus perompakan sekaligus penyanderaan terhadap warga negara Indonesia (WNI) akan terus terjadi jika Indonesia, Malaysia dan Filipina tak serius membangun kerja sama keamanan laut bersama. Maka itu, patroli bersama yang melibatkan tiga negara itu di wilayah rawan perompakan dianggap perlu segera dimulai.

"Mengingat di wilayah perbatasan laut ketiga negara merupakan wilayah tangkapan nelayan tradisional, sekaligus berfungsi sebagai perlintasan perdagangan antar pulau yang sudah berlangsung cukup lama, sebelum negara terbentuk," ujar Anggota Komisi I DPR‎ Mayjen TNI (Purn) Salim S Mengga ‎saat dihubungi wartawan, Selasa (12/7/2016).

Politikus Partai Demokrat ini juga mengungkapkan, tidak hanya kelompok Abu Sayyaf yang beroperasi di wilayah perbatasan laut ketiga negara itu. "Karena itulah kerja sama menjadi sangat penting bagi ketiga negara ini," ucapnya.

Sekadar diketahui, kasus penyanderaan terhadap WNI itu telah terjadi empat kali dalam kurun waktu dua bulan belakangan.‎ Terakhir, tiga WNI asal Nusa Tenggara Timur (NTT) diculik oleh kelompok bersenjata di Lahad Datu, Malaysia belum lama ini.

Salim tak yakin pelaku penyandera tiga WNI asal NTT itu merupakan kelompok Abu Sayyaf, jika melihat pola yang digunakan.‎ "Besar kemungkinan mereka sesungguhnya adalah perompak," imbuhnya.

Atau, lanjut dia, para pelaku penyandera merupakan bagian dari kelompok perlawanan yang ada Filipina alias sempalan yang sudah tidak loyal.‎ Adapun patroli bersama Indonesia, Filipina dan Malaysia dikabarkan bakal dimulai bulan Juli ini. Patroli bersama itu telah disepakati oleh ketiga negara tersebut pada Kamis 5 Mei 2016 lalu.
(kri)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved