Kemenag Didesak Gelar Seleksi Terbuka Dirjen Bimas Katolik

Minggu, 08 Januari 2023 - 19:44 WIB
loading...
Kemenag Didesak Gelar...
Kantor Kementerian Agama (Kemenag). Foto/Dok Kemenag
A A A
JAKARTA - Kementerian Agama ( Kemenag ) didesak menggelar seleksi terbuka untuk pengisian jabatan Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik. Desakan itu dari Dewan Pengurus Pusat Wanita Katolik Republik Indonesia, Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia, Pengurus Pusat Pemuda Katolik, dan Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia.

Pelaksana tugas Dirjen Bimas Katolik Kemenag saat ini dijabat oleh Albertus Magnus Adiyarto Sumardjono sejak Desember 2021. Penunjukan Adiyarto Sumardjono sebagai Plt Dirjen Bimas Katolik Kemenag berdasarkan Surat Perintah Menteri Agama RI Nomor: 058231/B.1I1/3/2021 tertanggal 16 Desember 2021.

Sedangkan desakan untuk menetapkan pejabat definitif Dirjen Bimas Katolik itu sesuai dengan Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Pola Karier PNS. Pasal 1, 2, dan 59, Peraturan Menteri PAN-RB itu mengatur bahwa penugasan pelaksana tugas ditetapkan untuk waktu paling singkat satu bulan dan paling lama tiga bulan dan dapat diperpanjang paling banyak untuk satu kali penugasan.

Baca juga: Enam Pejabat Kemenag yang Dimutasi Mulai Dirjen Bimas Kristen hingga Buddha

“Pada posisi Plt Dirjen Bimas Katolik saat ini, perlu diketahui bersama bahwa kewenangan Plt sangat terbatas, seperti yang diatur dalam Pasal 55 ayat 3 Peraturan Menteri PAN-RB tersebut di atas yang menyatakan bahwa pelaksana harian atau pelaksana tugas tidak berwenang untuk mengambil keputusan dan atau tindakan yang bersifat strategis yang berdampak pada perubahan status hukum pada aspek organisasi, kepegawaian, dan alokasi anggaran,” bunyi keterangan bersama yang ditandatangani oleh Ketua Presidium DPP WKRI Justina Rostiawati, Ketua Umum PP Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma, Ketua Presidium PP PMKRI Tri Natalia Urada, dan Ketua Presidium PP ISKA Luky A Yusgiantoro itu.

Mereka menilai jabatan Dirjen Bimas Katolik yang sedang dijabat oleh Plt lebih dari setahun lamanya jelas tidak sesuai dengan peraturan Menteri PAN-RB Nomor22 Tahun 2021 Tentang Pola Karier PNS, dan pengabaian terhadap Surat Edaran Sekretaris Kabinet Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pada Kementerian/Lembaga tertanggal 5 Oktober 2022. Bahkan, mereka melihat sampai saat ini belum ada informasi dan rencana dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk melaksanakan seleksi terbuka untuk pengisian jabatan tersebut.

Mereka berpandangan, jabatan Dirjen Bimas Katolik yang sudah dijabat oleh Plt lebih setahun tahun tidak efektif bagi kepentingan umat Katolik, mengingat kewenangan Plt yang terbatas dan tidak dapat mengambil keputusan yang bersifat strategis terutama dalam hal pengalokasian dan pengelolaan anggaran yang berdampak pada semakin terbatasnya pelaksanaan dan pengembangan program-program pembinaan umat Katolik.

Baca: Jabatan Dirjen Bimas Katolik Dilelang, Menag Pastikan Dijabat Orang Tepat

“Adanya surat yang disampaikan kepada kami dari Asosiasi Kepala Bidang dan Pembimbing Masyarakat Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia pada Juli 2022 berjumlah 437 Satker Bimas Katolik yang berasal dari 35 Provinsi, dan 401 di kabupaten/kota, dan 1 di tingkat pusat, serta 1 STAKAT Negeri Pontianak,” tuturnya.

Di dalam surat tersebut yang juga mereka lampirkan dalam surat ini menjelaskan beberapa masalah kebijakan dan aspirasi dari Asosiasi Kepala Bidang dan Pembimbing Masyarkat Katolik Kementerian Agama.

“Oleh karena itu, demi kepentingan umat Katolik dengan mempertimbangkan dan melihat berbagai persoalan yang berkaitan dengan tugas penting dan kebijakan strategis Dirjen Bimas Katolik, kami bermaksud menyampaikan aspirasi dan saran kami kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, agar berkenan menginstruksikan kepada Menteri Agama RI untuk segera melakukan seleksi terbuka pengisian jabatan Dirjen Bimas Katolik dalam waktu dekat, sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan mempertimbangkan aspek integritas, kompetensi, profesionalitas, dan demi kepentingan bersama umat Katolik,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapolri: Banyak Pejabat...
Kapolri: Banyak Pejabat Kirim WA Minta Titipan Lolos Akpol
KPK Panggil 2 Tersangka...
KPK Panggil 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Kemenag Dorong Waisak...
Kemenag Dorong Waisak 2026 di Borobudur Jadi Ruang Spiritualitas dan Perdamaian
Matahari Tepat di Atas...
Matahari Tepat di Atas Ka’bah pada 27-28 Mei, Kemenag Ajak Cek Arah Kiblat
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Kemenag Fasilitasi Penyelesaian...
Kemenag Fasilitasi Penyelesaian GMS Bantul, Stafsus Menag: Kedepankan Musyawarah
Rekomendasi
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Dorong Literasi Finansial...
Dorong Literasi Finansial dan AI, IPOT Jawab Tantangan Makro Gen Z
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
4.155 Peserta Lolos...
4.155 Peserta Lolos PPPK Paruh Waktu Kemenag, Ini Langkah Selanjutnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved