BMKG: Badai Lili di Australia Pengaruhi Cuaca di Indonesia Hari Ini
Selasa, 03 Januari 2023 - 05:15 WIB
loading...
BMKG menyatakan cuaca hari ini masih dipenaruhi eks badai Lili yang masih terpanta di Australia. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) memprediksi sejumlah perairan di Indonesia akan terpengaruh eks siklon Lili yang masih muncul di Australia. Hal tersebut disampaikan Prakirawan BMKG Hasmororini dalam prakiraan cuaca Rabu, 3 Januari 2023 yang ditayangkan melalui akun YouTube BMKG, Selasa (2/1/2023).
"Eks siklon (badai dengan kekuatan besar) tropis Lili terpantau di Australia bagian Barat yang menginduksi peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 Knot yang memanjang dari Samudera Hindia Selatan Jawa Timur hingga Australia bagian Utara, dari Laut Jawa hingga Teluk Caprentaria dan dari Laut Arafuru hingga Australia bagian Timur," ujar Hasmororini.
Baca juga: BMKG: Teknologi Modifikasi untuk Minimalkan Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah
Kondisi ini, kata dia, juga membentuk konvergensi yang memanjang dari perairan barat Australia hingga Australia bagian Barat. "Kondisi tersebut dapat membuat peningkatan pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah pusat tekanan rendah dan wilayah konvergensi," terangnya.
Sirkulasi siklonik juga terpantau di Samudra Hindia Barat Aceh, dan di laut Sulawesi bagian Barat yang membentuk konvergensi yang memanjang di samudra Hindia barat Aceh dan dari perairan Selatan Filipina hingga laut Sulu bagian Selatan.
"Eks siklon (badai dengan kekuatan besar) tropis Lili terpantau di Australia bagian Barat yang menginduksi peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 Knot yang memanjang dari Samudera Hindia Selatan Jawa Timur hingga Australia bagian Utara, dari Laut Jawa hingga Teluk Caprentaria dan dari Laut Arafuru hingga Australia bagian Timur," ujar Hasmororini.
Baca juga: BMKG: Teknologi Modifikasi untuk Minimalkan Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah
Kondisi ini, kata dia, juga membentuk konvergensi yang memanjang dari perairan barat Australia hingga Australia bagian Barat. "Kondisi tersebut dapat membuat peningkatan pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah pusat tekanan rendah dan wilayah konvergensi," terangnya.
Sirkulasi siklonik juga terpantau di Samudra Hindia Barat Aceh, dan di laut Sulawesi bagian Barat yang membentuk konvergensi yang memanjang di samudra Hindia barat Aceh dan dari perairan Selatan Filipina hingga laut Sulu bagian Selatan.
Lihat Juga :