Menunggu Presiden Jokowi Nyatakan Pandemi Covid-19 Selesai

Kamis, 29 Desember 2022 - 22:18 WIB
loading...
Menunggu Presiden Jokowi...
Lukisan Denny JA. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia didorong segera mengakhiri status pandemi Covid-19 . Sebab, kasus Covid-19 sudah melandai dan angka kematian juga jauh menurun dibandingkan pada puncak kasus.

Hal ini disampaikan pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dalam catatan akhir tahun 2022 dikutip, Kamis (29/12/2022). "Sebelum tutup tahun 2022, atau di awal tahun baru 2023, kita ingin mendengar Presiden Jokowi resmi mendeklarasi semua pembatasan atas Covid-19 di Indonesia diakhiri," katanya.

Denny JA memaparkan, merujuk pada data Worldometers, situs yang memperbarui data statistik di seluruh dunia, per 29 Desember 2022, dari total 8 miliar populasi manusia di dunia, lebih dari 663 juta orang terkena Covid-19 atau sekitar 9%. Dengan kata lain, secara rata-rata dari setiap 100 orang, terdapat 9 orang yang telah terpapar Covid-19.

Baca juga: Update Covid-19 Per 29 Desember 2022, Tambah 685 Kasus dan 9 Orang Meninggal

Merujuk sumber yang sama, total yang meninggal karena Covid-19 di seluruh dunia ada lebih dari 6,6 juta orang. Dengan kata lain, dari setiap 100 orang yang terkena Covid-19, rata-rata 1 di antaranya meninggal dunia. Artinya, tingkat kematian akibat Covid-19 adalah 1%.

"Saat ini, baik yang terpapar maupun yang meninggal karena Covid-19, sudah jauh menurun dan total vaksin yang sudah disuntikkan di seluruh dunia telah mencapai 13 miliar dosis," katanya.

Puncak tertinggi masa pandemi Covid-19 terjadi pada Desember 2021. Saat itu sekitar 3,5 juta orang terjangkit Covid-19 per hari di seluruh dunia. Saat ini, yang terjangkit Covid-19 sekitar 700.000 orang per harinya.

Sedangkan puncak kematian akibat Covid-19 di seluruh dunia terjadi pada Januari 2021, di mana sekitar 17.000 orang meninggal dunia setiap harinya. Namun pada Desember 2022, mereka yang meninggal akibat Covid-19 menurun menjadi di bawah 2.500 orang.

Badan Kesehatan Dunia atau WHO sudah memberi sinyal bahwa era pandemi akan segera berakhir. "WHO telah memberikan sinyal bahwa era pandemi akan segera berakhir. Inggris dan Amerika Serikat dengan berani menyatakan bahwa pandemi memang telah berakhir di negara meraka. Pernyataan mereka pun telah didukung data yang valid," kata Denny.

Di Inggris, tingkat tertinggi kematian karena Covid-19 terjadi pada Desember 2020, di mana ada sekitar 1.300 orang meninggal setiap hari. Namun kini angka tersebut telah menurun di bawah 100 kematian per hari. Angka kematian itu umum untuk penyakit-penyakit seperti penyakit jantung dan paru-paru.

Sedangkan di Amerika Serikat tingkat kematian tertinggi karena Covid-19 terjadi pada Desember 2020, di mana lebih dari 4.000 orang meninggal dalam satu hari. Namun kini, pada periode September-Desember 2022, rata-rata kematian karena Covid-19 berada di bawah 400 orang.

Sementara tingkat kematian tertinggi karena Covid-19 di Indonesia terjadi pada Juli-Agustus 2021. Pada periode itu, pernah terjadi 2.000 kematian akibat Covid-19 dalam satu hari. Namun pada Desember 2022, tingkat kematian akibat Covid-19 di bawah 50.

"Akankah Presiden Jokowi menyatakan hal yang sama sebelum tahun ini berakhir, ataukah di awal tahun 2023? Jika hal itu terjadi, maka semua pembatasan Covid-19, mulai dari kewajiban memakai masker, pembatasan sosial, hingga pengecekkan Peduli Lindungi akan diakhiri," kata Denny JA.

Ia menceritakan pengalamannya berkunjung ke London, Inggris pada September-Oktober 2022. Di bandara, mal, dan hotel, semua orang berlalu-lalang selayaknya era sebelum Covid-19. Tidak ada aplikasi sejenis Peduli Lindungi yang diperlukan sebagai syarat memasuki gedung.

"Hampir semua orang tak lagi memakai masker dan memperkirakan mungkin hanya sekitar 5% orang memakainya," katanya.

Denny JA meyakini dari ratusan orang di mal, di antaranya ada yang terpapar Covid-19 sebagaimana orang terkena flu. Dengan kata lain, paparan Covid-19 saat ini tidak lagi menjadi masalah karena mayoritas populasi telah divaksin. Persentase kematian akibat Covid-19 juga sudah jauh menurun.

"Mungkin ada masyarakat yang bertanya. Bukankah masih ada yang meninggal karena Covid-19? Lalu mengapa pandemi harus dinyatakan berakhir padahal masih ada yang meninggal karenanya?. Mereka yang meninggal karena flu pun masih ada. Tapi flu tidak lagi dianggap pandemi dan sebaiknya Covid-19 mulai diperlakukan seperti flu," katanya.

Karena itu, Denny JA berharap agar akhir 2022 diikuti dengan penutupan drama pandemi Covid-19 di Indonesia.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Denny JA Nilai Prabowo...
Denny JA Nilai Prabowo Sedang Bangun Fondasi Indonesia Baru
Diberkati Paus Fransiskus,...
Diberkati Paus Fransiskus, Nilai Lukisan Denny JA Diprediksi Tembus Rp34 Miliar
Budayawan Denny JA Publikasikan...
Budayawan Denny JA Publikasikan 8 Buku Puisi Esai tentang Luka Sejarah
Raih Penghargaan BRICS...
Raih Penghargaan BRICS Literature Award 2025, Denny JA Donasikan Seluruh Dana demi Sastra
Profil Pendidikan Pendiri...
Profil Pendidikan Pendiri LSI Denny JA yang Ditunjuk Jadi Komisaris Pertamina Hulu Energi
Harta Kekayaan Komut...
Harta Kekayaan Komut PHE Denny JA di LHKPN Sentuh Rp3,08 T, Analis: Bentuk Transparansi
Kasus Covid-19 di India...
Kasus Covid-19 di India Naik Imbas Varian Baru, Banyak yang Rasakan Gejala Sakit Tenggorokan
Rekomendasi
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Berita Terkini
5 Peserta Program SPPI...
5 Peserta Program SPPI Meninggal saat Latsarmil, Feri Amsari: Negara Salahi Prinsip Administrasi
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025 (Jumat 19 Desember Pukul 14.00 WIB)
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved