Unsur Meringankan Bharada E Versi Romo Magnis Suseno
Senin, 26 Desember 2022 - 12:49 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, dalam kasus penembakan Brigadir J, sejatinya tak lepas dari budaya ‘laksanakan’ dalam institusi Polri, bahwa Bharada E kala itu harus melaksanakan perintah dari orang yang punya kedudukan tinggi tersebut. Apalagi, dalam institusi Polri, Bharada E kedudukannya masih junior.
Selain itu, kata dia, Bharada E kala diperintah untuk menembak itu dipengaruhi keterbatasan situasi dan waktu, yang kala itu dalam posisi tegang dan bingung. Bharada E saat itu harus menentukan segera bakal melaksanakan perintah itu ataukah tidak.
"Tak ada waktu tuk memikirkan pertimbangan matang, di mana kita umumnya kalau ada keputusan penting, coba atur waktu tidur dulu (istirahat), dia harus langsung bereaksi. Menurut saya itu tentu dua faktor yang secara etis sangat meringankan," tuturnya.
Dia menambahkan, dalam kepolisian sebagaimana dalam situasi pertempuran, atasan memberi perintah tembak bukanlah suatu hal yang sepenuhnya tak masuk akal, yang berbeda dengan profesi lainnya. Apalagi, di dalam kepolisian pula, dia mendapatkan perintah, resistensinya lemah karena hubungan antara atasan dan bawahan.
Selain itu, kata dia, Bharada E kala diperintah untuk menembak itu dipengaruhi keterbatasan situasi dan waktu, yang kala itu dalam posisi tegang dan bingung. Bharada E saat itu harus menentukan segera bakal melaksanakan perintah itu ataukah tidak.
"Tak ada waktu tuk memikirkan pertimbangan matang, di mana kita umumnya kalau ada keputusan penting, coba atur waktu tidur dulu (istirahat), dia harus langsung bereaksi. Menurut saya itu tentu dua faktor yang secara etis sangat meringankan," tuturnya.
Dia menambahkan, dalam kepolisian sebagaimana dalam situasi pertempuran, atasan memberi perintah tembak bukanlah suatu hal yang sepenuhnya tak masuk akal, yang berbeda dengan profesi lainnya. Apalagi, di dalam kepolisian pula, dia mendapatkan perintah, resistensinya lemah karena hubungan antara atasan dan bawahan.
(rca)
Lihat Juga :