Bisa Ganggu Penerbangan, BMKG Warning 7 Hari ke Depan Waspadai Awan Kumulonimbus
Rabu, 21 Desember 2022 - 07:24 WIB
loading...
A
A
A
Dari berbagai fenomena dan potensi cuaca ekstrem, gelombang ekstrem atau awan-awan kumulonimbus yang dapat mengganggu penerbangan, Dwikorita menyampaikan, BMKG perlu merekomendasikan kepada pihak-pihak terkait untuk melakukan persiapan untuk mitigasi.
"Antara lain memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan hingga mencapai sangat lebat bahkan kemungkinan ekstrem," ujarnya.
Kemudian sambung dia, melakukan penataan lingkungan dengan mengelola sampah tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon yang tidak terkontrol serta melakukan program penghijauan secara masif.
Selain itu, Dwikorita mengimbau masyarakat, untuk lebih aktif terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG yang dapat diakses di website BMKG www.bmkg.go.id, media sosial (medsos) @infoBMKG, aplikasi di smartphone info BMKG dan call center 196 BMKG. Atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat yang tersebar lebih dari 180 kantor BMKG di seluruh wilayah Indonesia.
"Tentunya kita perlu melakukan sosialisasi literasi yang lebih masif melalui berbagai media pada pemerintah daerah dan masyarakat serta kami terus melakukan sinergi kepada pihak lain untuk mengefektifkan mitigasi tersebut. Demikian yang perlu kami sampaikan, semoga dapat bermanfaat. Semoga dapat berhasil mencegah terjadinya korban jiwa," tandasnya.
"Antara lain memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan hingga mencapai sangat lebat bahkan kemungkinan ekstrem," ujarnya.
Kemudian sambung dia, melakukan penataan lingkungan dengan mengelola sampah tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon yang tidak terkontrol serta melakukan program penghijauan secara masif.
Selain itu, Dwikorita mengimbau masyarakat, untuk lebih aktif terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG yang dapat diakses di website BMKG www.bmkg.go.id, media sosial (medsos) @infoBMKG, aplikasi di smartphone info BMKG dan call center 196 BMKG. Atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat yang tersebar lebih dari 180 kantor BMKG di seluruh wilayah Indonesia.
"Tentunya kita perlu melakukan sosialisasi literasi yang lebih masif melalui berbagai media pada pemerintah daerah dan masyarakat serta kami terus melakukan sinergi kepada pihak lain untuk mengefektifkan mitigasi tersebut. Demikian yang perlu kami sampaikan, semoga dapat bermanfaat. Semoga dapat berhasil mencegah terjadinya korban jiwa," tandasnya.
(maf)
Lihat Juga :