Mengenal 3 Partai Politik Tertua yang Ikuti Pemilu 2024

Selasa, 20 Desember 2022 - 18:55 WIB
loading...
Mengenal 3 Partai Politik...
Terdapat tiga partai politik tertua yang masih eksis hingga saat ini dan ikut serta dalam pemilu 2024 mendatang. Foto DOK ist
A A A
JAKARTA - Terdapat tiga partai politik tertua yang masih eksis hingga saat ini dan ikut serta dalam pemilu 2024 mendatang. Keberadaanya bahkan terhitung sejak sebelum reformasi 1998.

Hasil rapat pleno terbuka pengundian dan penetapan nomor urut parpol tahun 2024 pada 14 Desember 2022, terdapat 17 partai politik nasional dan 6 partai lokal Aceh yang lolos mengikuti Pemilu 2024.

Dari 17 parpol yang ikut serta, kebanyakan diisi oleh beberapa nama baru seperti Partai Gelora, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN).

Baca juga : Ini Daftar Lengkap Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2024

Namun dari nama-nama partai politik yang ikut pemilu 2024 ini, terdapat tiga parpol yang telah berdiri jauh sebelum era reformasi tahun 1998.

Berikut tiga partai politik tertua yang ikut Pemilu 2024 :

1. Partai Golkar

Dikutip dari partaigolkar.com, Partai politik tertua ini merupakan partai yang telah dirintis sejak zaman orde lama, kehadirannya ini baru ditunjukkan pada masa orde baru dalam rangka pembaharuan politik indonesia

Tahun 1957 adalah masa awal berdirinya organisasi Golkar. Pada waktu itu sistem multipartai mulai berkembang di Indonesia.

Golongan Karya mulai mengusung nama partai semenjak berdirinya Sekber Golkar di masa-masa akhir pemerintahan Presiden Soekarno. Tepatnya tahun 1964 oleh Angkatan Darat digunakan untuk menandingi pengaruh Partai Komunis Indonesia dalam kehidupan politik.

Telah banyak nama-nama terkenal yang memimpin Partai Golkar, di antaranya seperti Akbar Tandjung, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, dan saat ini dipegang oleh Airlangga Hartarto.

Pada Pemilu 2024, Partai Golkar mendapatkan nomor urut 4.

Baca juga : KPU Resmi Tetapkan Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2024, Ini Daftarnya

2. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)

Pada awalnya partai politik ini hanya bernama Partai Demokrasi Indonesia yang berdiri pada 10 Januari 1973.

Partai ini merupakan peleburan antara Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Partai Murba), Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), Partai Kristen Indonesia (Parkindo) dan Partai Katolik.

Namun pada tahun 1996, terjadi konflik internal pada partai ini yang membuatnya terpecah menjadi dua kubu yakni kubu Suryadi yang disahkan oleh Soeharto dan kubu Megawati Soekarnoputri.

Karena lengsernya pemerintahan Soeharto pada 1998 membuat kubu Megawati semakin kuat dan kemudian mengubah nama menjadi PDI Perjuangan pada 1 Februari 1999 agar dapat mengikuti Pemilu 1999.

Dari sini, Megawati berhasil mendongkrak partainya hingga eksis sampai saat ini. Bahkan dalam satu dekade terakhir PDIP selalu memperoleh suara tertinggi dalam pemilu.

Pada Pemilu 2024, PDI Perjuangan mendapatkan nomor urut 3.

3. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

Melansir dari ppp.or.id, Partai Persatuan Pembangunan merupakan hasil gabungan dari 4 partai keagamaan. Yakni PERTI (Partai Islam Persatuan Tarbiyah Islamiyah), NU (Partai Nahdlatul Ulama), PARMUSI (Partai Muslim Indonesia) dan juga PSII (Partai Syarikat Islam Indonesia).

Partai politik berlambang kabah ini dideklarasikan pada tanggal 5 Januari 1973. Penggabungan dari keempat Partai berasaskan Islam di Indonesia tersebut untuk penyederhanaan sistem kepartaian di Indonesia dalam menghadapi pemilu pertama pada tahun 1973.

Karena terjadi dinamika di tubuh PPP baru baru ini yang membuat Suharso Monoarfa lengser, membuat posisi tersebut sementara digantikan oleh Muhammad Mardiono sebagai pelaksana tugas (plt) ketua umum PPP.

Pada Pemilu 2024, PPP mendapatkan nomor urut 17.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Bidik Penguatan Basis...
Bidik Penguatan Basis Distrik, Wakil Bupati Yan Kiraklak Resmi Pimpin DPD Partai Perindo Yalimo
Partai Perindo Perkuat...
Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat
Rekomendasi
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
Berita Terkini
Libatkan Publik Pilih...
Libatkan Publik Pilih Logo HUT ke-81 RI, Mensesneg: Simbol Kebangsaan Milik Bersama
Boni Hargens Sebut Presisi...
Boni Hargens Sebut Presisi Jadi Fondasi Transformasi Menyeluruh di Tubuh Polri
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Uang dan Rumah, Total Rp4,8 M
Menkes Ungkap Ada Gap...
Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta
Istri Gus Yaqut Apresiasi...
Istri Gus Yaqut Apresiasi KPK Bantarkan Suaminya
Projo Ungkap Pesan Jokowi...
Projo Ungkap Pesan Jokowi di Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa, Apa Itu?
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved