PKB Sebut Impor Beras Merugikan Petani
Selasa, 20 Desember 2022 - 11:09 WIB
loading...
Juru Bicara PKB Mikhael Sinaga. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) menyoroti keputusan Badan Urusan Logistik (Bulog) melakukan impor beras sebanyak 500.000 ton hingga akhir Desember 2022. Sebagian beras impor bahkan sudah masuk pada awal bulan ini.
Juru Bicara PKB Mikhael Sinaga mengatakan, impor beras akan merugikan petani dalam negeri. "Masuknya impor beras ratusan ribu ton ini pasti merusak harga jual beras petani dalam negeri. Ini menyangkut hidup orang banyak, jadi jangan main-main," kata Mikhael saat dihubungi, Selasa (20/12/2022).
Menurutnya, impor beras ini mencederai usaha Presiden Jokowi yang baru saja menerima penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI) pada 14 Agustus 2022 lalu. Penghargaan diberikan IRRI karena menilai Indonesia berhasil menerapkan swasembada pangan dan sistem pertanian yang tangguh.
"Coba pikirkan, sepanjang tahun 2019-2021, Indonesia tercatat tak mengimpor beras tapi kok sekarang malah ngimpor. Apa masih ada keterlibatan mafia ya?" katanya.
Masalah lainnya yang menjadi perhatian PKB adalah adanya perbedaan data yang dimiliki oleh Bulog, Badan Pangan Nasional, dan Kementerian Pertanian. Kementan menyatakan stok beras aman menurut data BPS. Namun data di Bapanas dan Bulog menunjukkan hal sebaliknya.
"Data-data ini harus disamakan, jangan sampai akhirnya data yang berbeda-beda ini justru merugikan para petani lokal," tutupnya.
Untuk diketahui, saat rapat dengan Komisi IV DPR, Selasa (15/11/2022), Dirjen Tanaman Pangan Kementan Suwandi menyatakan, akan ada stok beras nasional sebanyak 8,906 juta ton pada akhir 2022. Data perhitungan neraca beras tersebut mengacu pada survei BPS, yaitu survei KSA terkait taksiran produksi dan survei cadangan beras nasional.
Juru Bicara PKB Mikhael Sinaga mengatakan, impor beras akan merugikan petani dalam negeri. "Masuknya impor beras ratusan ribu ton ini pasti merusak harga jual beras petani dalam negeri. Ini menyangkut hidup orang banyak, jadi jangan main-main," kata Mikhael saat dihubungi, Selasa (20/12/2022).
Menurutnya, impor beras ini mencederai usaha Presiden Jokowi yang baru saja menerima penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI) pada 14 Agustus 2022 lalu. Penghargaan diberikan IRRI karena menilai Indonesia berhasil menerapkan swasembada pangan dan sistem pertanian yang tangguh.
"Coba pikirkan, sepanjang tahun 2019-2021, Indonesia tercatat tak mengimpor beras tapi kok sekarang malah ngimpor. Apa masih ada keterlibatan mafia ya?" katanya.
Masalah lainnya yang menjadi perhatian PKB adalah adanya perbedaan data yang dimiliki oleh Bulog, Badan Pangan Nasional, dan Kementerian Pertanian. Kementan menyatakan stok beras aman menurut data BPS. Namun data di Bapanas dan Bulog menunjukkan hal sebaliknya.
"Data-data ini harus disamakan, jangan sampai akhirnya data yang berbeda-beda ini justru merugikan para petani lokal," tutupnya.
Untuk diketahui, saat rapat dengan Komisi IV DPR, Selasa (15/11/2022), Dirjen Tanaman Pangan Kementan Suwandi menyatakan, akan ada stok beras nasional sebanyak 8,906 juta ton pada akhir 2022. Data perhitungan neraca beras tersebut mengacu pada survei BPS, yaitu survei KSA terkait taksiran produksi dan survei cadangan beras nasional.
Lihat Juga :