Survei, Moeldoko Jadi Tokoh Alternatif di Pilpres 2024
Minggu, 04 Desember 2022 - 23:14 WIB
loading...
A
A
A
Apna berkesimpulan, munculnya tiga sosok jenderal (Prabowo, Moeldoko, dan Andika) dinilai publik paling layak maju sebagai capres 2024 menggantikan Presiden Jokowi. Hal itu selaras dengan temuan survey Polstat bahwa penerus Jokowi sebaiknya dari kalangan militer (TNI).
"Salah satu temuan menarik suvey Polstat adalah sosok Moeldoko yang selain masuk salah satu dari 10 menteri berkinerja terbaik, KSP Moeldoko dipersepsikan publik menteri yang paling layak menjadi capres setelah nama Menhan Prabowo Subianto. Selama ini Moeldoko tidak teridentifikasi sebagai capres oleh lembaga survei dan tidak pernah mensosialisasikan diri sebagai capres," jelasnya.
"Namun publik luas nampaknya mengapresiasi KSP Moeldoko yang fokus mengawal program kerja Presiden Jokowi dan rajin menyodorkan solusi atas berbagai masalah yang tengah dihadapi bangsa dan rakyat Indonesia," tambah Apna.
Apna Permana menerangkan, jumlah sampel sebesar 1.200 responden diperoleh melalui teknik pencuplikan acak sistematis (systemic sampling random). Margin error, sambungnya, sebesar kurang lebih 2,83%, dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95%.
"Uji kualitas dilakukan melalui telephone-check dan spot-check sebesar 20 persen dari total sampel," tegas Apna.
"Salah satu temuan menarik suvey Polstat adalah sosok Moeldoko yang selain masuk salah satu dari 10 menteri berkinerja terbaik, KSP Moeldoko dipersepsikan publik menteri yang paling layak menjadi capres setelah nama Menhan Prabowo Subianto. Selama ini Moeldoko tidak teridentifikasi sebagai capres oleh lembaga survei dan tidak pernah mensosialisasikan diri sebagai capres," jelasnya.
"Namun publik luas nampaknya mengapresiasi KSP Moeldoko yang fokus mengawal program kerja Presiden Jokowi dan rajin menyodorkan solusi atas berbagai masalah yang tengah dihadapi bangsa dan rakyat Indonesia," tambah Apna.
Apna Permana menerangkan, jumlah sampel sebesar 1.200 responden diperoleh melalui teknik pencuplikan acak sistematis (systemic sampling random). Margin error, sambungnya, sebesar kurang lebih 2,83%, dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95%.
"Uji kualitas dilakukan melalui telephone-check dan spot-check sebesar 20 persen dari total sampel," tegas Apna.
Lihat Juga :