Soeharto, Satu-satunya Jenderal TNI yang 8 Kali Jadi Panglima

Jum'at, 02 Desember 2022 - 19:09 WIB
loading...
Soeharto, Satu-satunya...
Mantan Presiden Soeharto merupakan satu-satunya jenderal TNI yang pernah menjadi panglima sebanyak 8 kali sepanjang hidupnya. Foto/tni.mil.id
A A A
JAKARTA - Seorang jenderal TNI tentu berpeluang besar menjadi panglima perang atau operasi militer. Namun tak banyak jenderal TNI yang bisa menduduki jabatan panglima. Sebab hanya butuh satu panglima dalam sebuah perang atau operasi mililter.

Di antara sedikit orang itu, ada satu jenderal TNI yang pernah menduduki delapan jabatan panglima. Dialah Soeharto, mantan presiden yang berkuasa di Indonesia selama 32 tahun.

Soeharto, Satu-satunya Jenderal TNI yang 8 Kali Jadi Panglima

Foto/Istimewa

Soeharto lahir di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta pada 8 Juni 1921. Sebelum menjadi presiden, Soeharto adalah pemimpin militer pada masa pendudukan Jepang dan Belanda, dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal.

Di dunia internasional, Soeharto dijuluki sebagai "The Smiling General" atau Jenderal yang Tersenyum. Ini tak lain karena raut muka Soeharto yang selalu tersenyum di setiap acara resmi kenegaraan.

Baca juga: Soeharto Dituding Terlibat G30S/PKI Gara-gara Tidak Menjadi Target Pembunuhan

Apa saja jabatan panglima yang diduduki Soeharto?

1. Panglima Tentara Teritorium IV Diponogoro (1956)
Dikutip dari tni.mil.id, Soeharto merupakan pimpinan Brigade X berpangkat Letnan Kolonel yang berperan melakukan Serangan Umum 1 Maret 1949 dan berhasil menduduki Kota Yogyakarta selama enam jam. Empat tahun kemudian, dia dipindahtugaskan ke Markas Divisi sebagai Komandan Resimen Infenteri 15.

Pada 3 Juni 1956, Soeharrto diangkat menjadi Kepala Staf Panglima Tentara dan Teritorium IV Diponegoro di Semarang. Dari Kepala Staf, di tahun yang sama dia diangkat menjadi pejabat Panglima Tentara dan Teritorium IV Diponegoro. Pangkat Soeharto dinaikkan menjadi kolonel pada 1 Januari 1957.

2. Panglima Korp Tentara I Caduad (1961)
Hanya dua tahun setelah menjabat sebagai Panglima Tentara dan Teritorium IV Diponegoro, Soeharto nyaris dibawa ke pengadilan militer lantaran kasus pungli. Namun dia urung diadili dan hanya dipecat dari posisinya.

Soeharto dipindahkan ke Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) di Bandung, Jawa Barat. Di sini, Soeharto mulai kembali bersinar. Setelah mengikuti kursus, dia berhasil mendapatkan satu bintang di pundak. Tepat 1 Januari 1960 pangkat Soeharto menjadi Brigadir Jenderal.

Setahun kemudian, 1 Oktober 1961, Soeharto dipercaya menjabat sebagai Panglima Korps Tentara I Caduad (Cadangan Umum AD), cikal bakal Kostrad.

3. Panglima Kohanudad (1961)
Di tahun yang sama, Soeharto merangkap jabatan sebagai panglima Komando Pertahanan AD (Kohanudad). Di tahun itu juga, Soeharto dipercaya menjalankan tugas sebagai sebagai Atase Militer Republik Indonesia di Beograd, Paris (Perancis), dan Bonn (Jerman).

4. Panglima Komando Mandala (1962)

Soeharto, Satu-satunya Jenderal TNI yang 8 Kali Jadi Panglima

Foto: soeharto.co

Pada 19 Desember 1961, Presiden Soekarno mencetuskan Trikora, yaitu Gagalkan pembentukan negara papua di Irian Barat; Kibarkan bendera merah putih di Irian Barat; Bersiap-siap untuk mengadakan mobilisasi umum.

Menindaklanjuti Trikora, pada awal 1962 dibentuk Komando Mandala di wilayah timur Indonesia bermarkas besar di Ujung Pandang. Brigjen Soeharto ditunjuk sebagai panglima sekaligus tugas tambahan sebagai Deputi I KSAD untuk wilayah timur. Pangkatnya naik menjadi mayor jenderal.

5. Panglima Komando Strategis Angkatan Darat/Kostrad (1963)

Soeharto, Satu-satunya Jenderal TNI yang 8 Kali Jadi Panglima


Setelah Operasi Mandala selesai, Cadangan Utama AD diubah menjadi Komando Strategis berdasarkan Skep Kasad No : KPTS 178/2/1963 tgl 19 Feb.1963. Soeharto diangkat sebagai pangllimanya.

6. Panglima Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban/Kokamtib) (1965)
Pasca tragedi berdarah penculikan dan pembunuhan tujuh Pahlawan Revolusi termasuk Jenderal Ahmad Yani, situasi politik kacau. Pada 3 Oktober 1965, Presiden Soekarno memerintahkan Mayor Jenderal Soeharto untuk memimpin operasi pemulihan keamanan dan ketertiban seusai peristiwa G30S/PKI tersebut.

Untuk melakukan operasi yang diminta, Mayjen Soeharto membentuk Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib). Kopkamtib dikomando langsung oleh Soeharto selaku panglima tertinggi, kemudian dikukuhkan dengan Surat Keputusan No. 162/KOTI 1965, 12 November 1965.

7. Panglima Angkatan Darat (1965)

Soeharto, Satu-satunya Jenderal TNI yang 8 Kali Jadi Panglima

Foto/ist

Pada tanggal 16 Oktober 1965, Presiden Soekarno melantik Mayor Jenderal Soeharto sebagai Panglima Angkatan Darat. Dia menggantikan Jenderal Ahmad Yani yang ikut menjadi korban dalam peristiwa G30S/PKI

8. Panglima Tertinggi (1968)

Soeharto, Satu-satunya Jenderal TNI yang 8 Kali Jadi Panglima

Foto/perpusnas

Pada 12 Maret 1967, MPRS menetapkan Soeharto sebagai pejabat presiden setelah menolak pertanggungjawaban Presiden Soekarno. Setahun kemudian, MPRS resmi melantik Soeharto sebagai presiden sesuai hasil Sidang Umum MPRS pada 27 Maret 1968. Sebagai presiden, Soeharto menjadi panglima tertinggi.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hangat dan Haru, Prabowo...
Hangat dan Haru, Prabowo Jamu Perwira TNI-Polri dan Orang Tua di Istana Usai Praspa 2026
Jenderal Agus Subiyanto...
Jenderal Agus Subiyanto Pastikan TNI Siap Dukung Swasembada Beras
TNI-Polri Harus Profesional,...
TNI-Polri Harus Profesional, Prabowo: Jangan Ada Loyalitas Korps yang Sempit
Panglima TNI Instruksikan...
Panglima TNI Instruksikan Seluruh Prajurit Bantu Penanganan Sampah Nasional
TNI Habema Bergerak...
TNI Habema Bergerak Lebih Cepat, Ancaman Kelompok Bersenjata di Intan Jaya Dicegah
Pimpin Panen Raya di...
Pimpin Panen Raya di Malang, Prabowo: Bukti TNI Hadir Perkuat Kemandirian Pangan
Akademisi Desak Polri...
Akademisi Desak Polri Tindak Penyebar Disinformasi Pengamanan Kejaksaan oleh TNI
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Rumahnya di Jaksel Tak Lagi Dijaga Khusus TNI
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Rekomendasi
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Ndarboy Genk Bingung,...
Ndarboy Genk Bingung, Lagu Kicau Mania Viral karena Konten Kucing dan Motor
Heboh! Sejumlah Artis...
Heboh! Sejumlah Artis Tagih Honor Miliaran Rupiah ke TV Swasta
Berita Terkini
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Alasan Hotman Paris...
Alasan Hotman Paris Tidak Khawatir soal Ucapannya 'Lu Punya Otak Gak?' Dilaporkan ke Polisi
Kejagung Dijadwalkan...
Kejagung Dijadwalkan Periksa Febrie Adriansyah Hari Ini, Sebelumnya Mangkir
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur...
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur FBI Langkah Strategis Hadapi Kejahatan Transnasional
Sebut 108 UU Perlu Diubah,...
Sebut 108 UU Perlu Diubah, Cak Imin: Omnibus Law Ciptaker hingga Agraria
KPK: Sebelum Serahkan...
KPK: Sebelum Serahkan Amplop ke Menhut, Bupati Kuansing Kumpulkan SGD 46.500
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved