Daan Mogot: Namanya Jadi Nama Jalan, Gugur di Usia Muda

Senin, 28 November 2022 - 04:28 WIB
loading...
Daan Mogot: Namanya Jadi Nama Jalan, Gugur di Usia Muda
Pahlawan Nasional Mayor Daan Mogot atau Elias Daniel Mogot. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Jalan Daan Mogot merupakan salah satu jalan raya yang cukup padat di DKI Jakarta. Nama jalan sepanjang 27,5 kilometer dari Grogol, Jakarta Barat hingga Sukarasa, Tangerang Selatan ini diambil dari sosok pahlawan nasional bernama lengkap Elias Daniel Mogot.

Pria kelahiran Manado, 28 Desember 1928 itu adalah anak kelima dari tujuh bersaudara pasangan Nicolaas Mogot dan Emilia Inkiriwang. Perwira militer itu gugur di usia muda, 18 tahun pada 25 Januari 1946 dengan pangkat terakhir mayor.

Daan Mogot gugur dalam pertempuran Lengkong. Untuk mengingatkan sejarah perjuangan Mayor Daan Mogot bersama rekan-rekannya, didirikan dua tempat bersejarah, Taman Makam Pahlawan (TMP) Taruna di Jalan Daan Mogot dan Monumen Palagan Lengkong.

Adapun Monumen Palagan Lengkong berada di sisi lapangan Golf BSD, Jalan Bukit Golf Utara, Lengkong Wetan, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel). Area monumen itu hanya sekitar 500 meter persegi.

Terdapat juga sebuah bangunan berbentuk rumah di dalamnya. Rumah tersebut disebutkan sebagai tempat berlangsungnya negosiasi terakhir Mayor Daan Mogot dengan pasukan Jepang.

Daan Mogot: Namanya Jadi Nama Jalan, Gugur di Usia Muda

Foto/MPI/Hambali

Baca juga: Mengenal Palagan Lengkong, Saksi Bisu Gugurnya Mayor Daan Mogot saat Melawan Tentara Jepang

Bentuknya sangat sederhana, terdapat 2 kamar kecil dan 2 ruang utama. Berdasarkan sejarah, rumah itu sempat dijadikan markas persinggahan sementara tentara Jepang periode 1945-1946.

Monumen itu menggambarkan peristiwa pertempuran antara pasukan Mayor Daan Mogot melawan tentara Jepang pada Jumat 25 Januari 1946. Dari pihak Indonesia, total ada 33 taruna dan 3 perwira yang gugur, termasuk Mayor Daan Mogot, Letnan Soebianto Djojohadikusumo, dan Letnan Soetopo.

"Monumen itu menjadi saksi gugurnya Mayor Daan Mogot dan para taruna saat itu, Jumat 25 Januari 1946," kata Sejarawan Kota Tangsel TB Sos Rendra, Senin (17/8/2020).
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3123 seconds (11.252#12.26)