Fraksi PDIP Buka-Bukaan Alasan Copot Rieke Diah Pitaloka
Kamis, 09 Juli 2020 - 12:44 WIB
loading...
A
A
A
"Kita tahu bahwa dalam waktu dekat Baleg akan penuh dengan tugas-tugas berat, kalau kita lihat omnibus law sudah mendekati titik-titik yang krusial, selain omnibus law tentu saja ada RUU Haluan Ideologi Pancasila," terangnya
Menurut Utut, Nurdin dengan latar belakang polisi yang tentu sangat memahami tugas baru ini karena, Nurdin pernah menjadi Kapolda dua kali. Namun, bukan berarti Rieke dianggap tidak. Pergantian ini lebih kepada sekuensi atau alur. Fraksi PDIP harus meningkatkan pasukannya di Baleg sesuai dengan bidangnya. Karena, omnibus law itu sangat banyak pembahasannya dan sangat kompleks.
"Kita juga harus menempatkan prajurit yang sesuai dengan kompetensinya. Kita memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Mbak Rieke Diah Pitaloka, dia sudah berjuang habis-habisan. Tapi ini tahapannya ganti orang yang mungkin lebih untuk mengawal hal-hal seperti ini," ujar Utut.
Terkait apakah pernah ada rotasi di tengah jalan, Utut menegaskan bahwa PDIP sering melakukan rotasi demi kepentingan tertentu. Dia mencontohkan, pada 15 Januari 2018, dia sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR harus digeser ke Komisi XI karena ada tugas. Anggota Komisi XI Hendrawan Supratikno juga digeser dari Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR menjadi anggota Baleg DPR.
"Jadi penugasan-penugasan seperti ini sering terjadi, memang peruntukannya ada masa-masanya. Itu pengantar dari saya, mudah-mudahan ini setidaknya bisa jadi bagian yang kita anggap bisa meluruskan," tandasnya.
Menurut Utut, Nurdin dengan latar belakang polisi yang tentu sangat memahami tugas baru ini karena, Nurdin pernah menjadi Kapolda dua kali. Namun, bukan berarti Rieke dianggap tidak. Pergantian ini lebih kepada sekuensi atau alur. Fraksi PDIP harus meningkatkan pasukannya di Baleg sesuai dengan bidangnya. Karena, omnibus law itu sangat banyak pembahasannya dan sangat kompleks.
"Kita juga harus menempatkan prajurit yang sesuai dengan kompetensinya. Kita memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Mbak Rieke Diah Pitaloka, dia sudah berjuang habis-habisan. Tapi ini tahapannya ganti orang yang mungkin lebih untuk mengawal hal-hal seperti ini," ujar Utut.
Terkait apakah pernah ada rotasi di tengah jalan, Utut menegaskan bahwa PDIP sering melakukan rotasi demi kepentingan tertentu. Dia mencontohkan, pada 15 Januari 2018, dia sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR harus digeser ke Komisi XI karena ada tugas. Anggota Komisi XI Hendrawan Supratikno juga digeser dari Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR menjadi anggota Baleg DPR.
"Jadi penugasan-penugasan seperti ini sering terjadi, memang peruntukannya ada masa-masanya. Itu pengantar dari saya, mudah-mudahan ini setidaknya bisa jadi bagian yang kita anggap bisa meluruskan," tandasnya.
(zik)
Lihat Juga :