Mengenal Laksda TNI TSNB Hutabarat, Komandan Satgasla Penjaga Laut G20
Jum'at, 25 November 2022 - 18:32 WIB
loading...
A
A
A
Abituren Akademi Angkatan Laut (AAL) 1989 ini mengungkapkan sedikit strateginya dalam memimpin Satgasla G20. Pertama, menyiapkan sektor patroli di sekeliling Pulau Bali. Jadi, selain 14 kapal perang yang memagari perairan Hotel Apurva, Laksda Cokky tetap mengoperasikan kapal perang lain untuk berpatroli.
Kedua, sarjana Defence Studies, University of New South Wales, Australia ini juga membentuk layer-layer pengamanan, khususnya di lokasi-lokasi strategis. Ketiga, memantau kapal Fery antarpulau yang datang dan pergi menuju Pulau Bali serta memeriksa perahu-perahu dan nelayan yang mencurigakan. Keempat, mengawasi kapal-kapal yang melintas di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Pola operasi yang dilakuan telah memanfaatkan kemajuan teknologi yaitu kemampuan surveilance dan pemantauan dari Puskodal TNI AL serta VTS.
"Satgasla harus menjaga keamanan G20 dan menegakkan kedaulatan, hukum dengan kondisi yang berbeda dibanding Satgas lainnya. Tugas yang dijalankan Satgasla bukan hanya di wilayah teritorial Indonesia, melainkan di wilayah atau rezim laut yang merupakan sovreignty (kedaulatan penuh) dan sovreignt right (hak berdaulat)," kata Magister Strategi dan Kampanye Militer, Universitas Pertahanan (Unhan) ini.
Baca juga: Libatkan 14 KRI, TNI AL Siapkan Prosedur Evakuasi Delegasi G20 lewat Laut
Dengan demikian, kata Laksda Cokky, di satu sisi, keamanan peserta G20 harus terjamin, sehingga harus ada pembatasan dari pihak yang mendekat, tapi di sisi lain kebebasan kapal yang melintas juga harus dijamin kebebasannya untuk melintas di ALKI dengan aman.
Kedua, sarjana Defence Studies, University of New South Wales, Australia ini juga membentuk layer-layer pengamanan, khususnya di lokasi-lokasi strategis. Ketiga, memantau kapal Fery antarpulau yang datang dan pergi menuju Pulau Bali serta memeriksa perahu-perahu dan nelayan yang mencurigakan. Keempat, mengawasi kapal-kapal yang melintas di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Pola operasi yang dilakuan telah memanfaatkan kemajuan teknologi yaitu kemampuan surveilance dan pemantauan dari Puskodal TNI AL serta VTS.
"Satgasla harus menjaga keamanan G20 dan menegakkan kedaulatan, hukum dengan kondisi yang berbeda dibanding Satgas lainnya. Tugas yang dijalankan Satgasla bukan hanya di wilayah teritorial Indonesia, melainkan di wilayah atau rezim laut yang merupakan sovreignty (kedaulatan penuh) dan sovreignt right (hak berdaulat)," kata Magister Strategi dan Kampanye Militer, Universitas Pertahanan (Unhan) ini.
Baca juga: Libatkan 14 KRI, TNI AL Siapkan Prosedur Evakuasi Delegasi G20 lewat Laut
Dengan demikian, kata Laksda Cokky, di satu sisi, keamanan peserta G20 harus terjamin, sehingga harus ada pembatasan dari pihak yang mendekat, tapi di sisi lain kebebasan kapal yang melintas juga harus dijamin kebebasannya untuk melintas di ALKI dengan aman.
Lihat Juga :