KSAL Yudo Margono Temui Mensesneg, Bakal Gantikan Jenderal Andika Perkasa?
Rabu, 23 November 2022 - 09:07 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, meskipun pertemuan antara KSAL dan Mensesneg sama-sama dilakukan menjelang pergantian jabatan Panglima TNI seperti Andika kala itu, namun tidak serta merta Yudo akan menjabat sebagai panglima usai bertemu Pratikno. "Spekulasi itu kan muncul karena ada situasi serupa ketika Mensesneg Pratikno bertemu Jenderal Andika di Mabesad beberapa waktu sebelum surpres dikirim ke DPR, yang entah kebetulan atau tidak, ternyata memang mengusulkan namanya," katanya.
Jaminan terbesar, kata Fahmi, bukanlah bertemu dengan Mensesneg, melainkan surpres tentang calon Panglima TNI yang diserahkan ke DPR sebelum panglima memasuki masa purnatugas. "Yang bisa kita sebut jaminan itu ya Surpres yang sudah dikirim ke DPR," katanya.
"Nah selama usulan nama belum keluar dari kantong presiden, menurut saya siapa pun boleh berspekulasi, berharap dan berambisi. Publik juga boleh menebak-nebak. Termasuk para jurnalis, politisi, dan purnawirawan," sambungnya.
Kendati demikian, Fahmi menilai pertemuan antara KSAL dan Mensesneg bukan jaminan, namun menurutnya Yudo Margono memang memiliki peluang besar untuk menjabat sebagai Panglima TNI. "Mengacu pada penunjukan Jenderal Andika, Presiden ternyata tidak meletakkan usia dan masa aktif sebagai pertimbangan utama. Artinya, pola ini masih mungkin diterapkan juga pada saat penggantian Jenderal Andika," katanya.
"Memperhatikan hal itu, maka saya kira sepanjang belum pensiun, peluang jelas besar dan kuat untuk Laksamana Yudo Margono," pungkasnya.
Jaminan terbesar, kata Fahmi, bukanlah bertemu dengan Mensesneg, melainkan surpres tentang calon Panglima TNI yang diserahkan ke DPR sebelum panglima memasuki masa purnatugas. "Yang bisa kita sebut jaminan itu ya Surpres yang sudah dikirim ke DPR," katanya.
"Nah selama usulan nama belum keluar dari kantong presiden, menurut saya siapa pun boleh berspekulasi, berharap dan berambisi. Publik juga boleh menebak-nebak. Termasuk para jurnalis, politisi, dan purnawirawan," sambungnya.
Kendati demikian, Fahmi menilai pertemuan antara KSAL dan Mensesneg bukan jaminan, namun menurutnya Yudo Margono memang memiliki peluang besar untuk menjabat sebagai Panglima TNI. "Mengacu pada penunjukan Jenderal Andika, Presiden ternyata tidak meletakkan usia dan masa aktif sebagai pertimbangan utama. Artinya, pola ini masih mungkin diterapkan juga pada saat penggantian Jenderal Andika," katanya.
"Memperhatikan hal itu, maka saya kira sepanjang belum pensiun, peluang jelas besar dan kuat untuk Laksamana Yudo Margono," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :