KSAD Dudung Dinilai Berpeluang Jadi Panglima TNI, Ini Alasannya
Selasa, 22 November 2022 - 17:16 WIB
loading...
KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman meresmikan Modernisasi Museum Taruna Abdul Djalil di Lembah Tidar Magelang, Jawa Timur, Jumat (11/11/2022). Foto/Dispenad
A
A
A
JAKARTA - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman dinilai berpeluang menggantikan Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI . Andika akan memasuki masa pensiun pada Desember 2022 nanti.
Analis komunikasi politik dan militer dari Universitas Nasional (Unas), Selamat Ginting mengatakan, dinamika menjelang Pemilu 2024 berpotensi memunculkan instabilitas politik dalam negeri Indonesia. Karena itu, menurutnya, presiden membutuhkan sosok yang mampu menangani persoalan instabilitas politik yang mungkin terjadi.
"Maka KSAD (Jenderal Dudung Abdurachman) yang paling bisa dipercaya memegang amanah menjadi Panglima TNI. Tapi ini kembali lagi bagaimana presiden melihat perspektifnya dari sisi mana," kata Ginting, Selasa (22/11/2022).
Menurutnya, jika dipilih menjadi Panglima TNI, Dudung tidak hanya bisa mengatasi potensi terjadinya instabilitas politik, tapi juga ancaman nyata dari separatis di Papua. Sebab, Dudung menguasai dan memahami wilayah untuk mengatasi ancaman nyata dari Separatis tersebut.
Ginting kemudian mencontohkan kiprah Dudung menyelesaikan persoalan gangguan atau ancaman yang berpotensi membuat gaduh situasi nasional, seperti menurunkan baliho Habib Rizieq Sihab. Kendati mendapatkan perlawanan dari pengikut habib Rizieq, Dudung tetap berhasil membuat situasi politik nasional kondusif.
Tak sampai di situ, Dudung juga dianggap memiliki kemampuan komunikasi militer dan menjaga hubungan baik dengan Angkatan Darat dunia internasional. Misalnya, Dudung mendapatkan dua penghargaan dari AD Singapura. Hubungan diplolasi Dudung dengan Amerika Serikat juga tak bisa diragukan.
Analis komunikasi politik dan militer dari Universitas Nasional (Unas), Selamat Ginting mengatakan, dinamika menjelang Pemilu 2024 berpotensi memunculkan instabilitas politik dalam negeri Indonesia. Karena itu, menurutnya, presiden membutuhkan sosok yang mampu menangani persoalan instabilitas politik yang mungkin terjadi.
"Maka KSAD (Jenderal Dudung Abdurachman) yang paling bisa dipercaya memegang amanah menjadi Panglima TNI. Tapi ini kembali lagi bagaimana presiden melihat perspektifnya dari sisi mana," kata Ginting, Selasa (22/11/2022).
Menurutnya, jika dipilih menjadi Panglima TNI, Dudung tidak hanya bisa mengatasi potensi terjadinya instabilitas politik, tapi juga ancaman nyata dari separatis di Papua. Sebab, Dudung menguasai dan memahami wilayah untuk mengatasi ancaman nyata dari Separatis tersebut.
Ginting kemudian mencontohkan kiprah Dudung menyelesaikan persoalan gangguan atau ancaman yang berpotensi membuat gaduh situasi nasional, seperti menurunkan baliho Habib Rizieq Sihab. Kendati mendapatkan perlawanan dari pengikut habib Rizieq, Dudung tetap berhasil membuat situasi politik nasional kondusif.
Tak sampai di situ, Dudung juga dianggap memiliki kemampuan komunikasi militer dan menjaga hubungan baik dengan Angkatan Darat dunia internasional. Misalnya, Dudung mendapatkan dua penghargaan dari AD Singapura. Hubungan diplolasi Dudung dengan Amerika Serikat juga tak bisa diragukan.
Lihat Juga :