Pesan Khusus LB Moerdani kepada Sintong Panjaitan saat Ditugaskan Operasi di Dili

Kamis, 17 November 2022 - 06:29 WIB
loading...
Pesan Khusus LB Moerdani...
Jenderal TNI LB Moerdani memberi pesan khusus kepada Sintong Panjaitan. Foto/Dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Insiden 12 November 1991 di Dili, Timor Timur, saat ini telah menjadi negara Timor Leste, tidak terlepas dari peristiwa pada tanggal 12 Oktober 1989. Sekitar 20 pemuda menggelar poster antiintegrasi, seusai Paus Paulus II melakukan misa di Tasi Tolu, Dili.

Pada tanggal 4 November 1989, sekitar 50-an pemuda melakukan pelemparan batu terhadap dua orang petugas di Lapangan Lesidere, Dili.

Hingga puncaknya terjadi perkelahian antara sekelompok pemuda antiintegrasi yang telah berada di dalam kompleks Gereja Motael, dengan sekelompok pemuda prointegrasi yang sebagian besar datang dari luar kompleks.

Perkelahian itu kemudian menewaskan Sebastiao Gomes dari pihak antiintegrasi dan Afonso Gomes dari kelompok prointegrasi. Peristiwa ini kemudian memunculkan konsentrasi massa di Gereja Motael.

Baca juga: Di Balik Konflik Jenderal M Jusuf Versus LB Moerdani

Rentetan peristiwa tersebut dan selanjutnya, membawa Sintong Panjaitan yang kala itu berpangkat Mayor Jenderal (Mayjen) TNI mendapat tugas sebagai Panglima Komando Operasi Militer Kolakops/Koopskam/Teritorial TNI di Timor Timur.

Sementara Sintong Panjaitan baru mengetahui terjadinya peristiwa 12 November 1991 di Dili, pada hari yang sama ketika ia sedang bersama KSAD Jenderal TNI Edi Sudrajat.

Saat itu untuk dia mengikuti rapat tentang operasi dan latihan di Akademi Militer, Magelang. Sintong mengungkapkan, ia sangat terkejut dengan terjadinya peristiwa tersebut.

Seperti dikutip SINDOnews dari buku Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando, Kamis (17/11/2022), keesokan harinya Sintong langsung berangkat ke Dili untuk mengambil alih pimpinan.

Baca juga: Kisah LB Moerdani yang Menolak Diambil Menantu Bung Karno

Padahal sebelum terjadinya Peristiwa 12 November 1991 di Dili, Sintong akan mendapat tugas baru sebagai Asisten 2/Operasi Panglima ABRI untuk memberikan pengalaman sebagai pejabat teras Mabes ABRI.

Tugas baru baginya telah banyak diketahui oleh teman-temannya. Tetapi ada pula yang setelah mendengar tugas baru Sintong, langsung "sakit gigi".

Sebelum itu pula, Jenderal TNI LB Moerdani memberi pesan khusus kepada Sintong. "Tong, masa depan karier militermu bagus. Kamu jangan sampai tersandung masalah perempuan, masalah uang, maupun masalah politik," ucap LB Moerdani.

Merespons peristiwa 12 November, Sintong merasa bahwa dalam insiden itu terdapat unsur sabotase. Ia menduga ada orang yang melakukan sabotase, karena penembakan itu tidak seujung rambut pun sesuai dengan kebiasaan dan tradisi ABRI.

"Hal itu bertentangan dengan kebiasaan kita dan melawan kebiasaan kita. Alangkah bodohnya saya, kalau saya sampai memerintahkan petugas keamanan melakukan penembakan!" kata Sintong.

Kemudian, sebagai tindak lanjut terjadinya peristiwa 12 November 1991 di Dili, Pemerintah membentuk Komisi Penyidik Nasional (KPN) berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 53 Tahun 1991, untuk melakukan penyelidikan secara bebas, cermat, adil, dan tuntas.

Langkah itu untuk memperoleh data dan fakta yang objektif tentang Kerusuhan Dili 1991. KPN diketuai oleh Hakim Agung Mayjen TNI M Djaelani SH merangkap anggota.

Sedangkan enam anggota lainnya adalah Ben Mang Reng Say (Wakil ketua DPA), Clementino dos reis Amaral (Anggota DPR), Harisoegiman (Dirjen Sospol Depdagri), Hadi A Wayarabi Albadar (Direktur Organisasi Internasional Deplu), Anton Sujata (Inspektur Umum Departemen Kehakiman), dan Laksamana Muda TNI Sumitro (Inspektur Jenderal ABRI).
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Pangdivif 1 Kostrad...
Pangdivif 1 Kostrad Mayjen TNI Fikri Musmar Pimpin Sertijab Danyonkav 1 Kostrad
750 Yonif Teritorial...
750 Yonif Teritorial Pembangunan, Strategi TNI Menghadapi Ancaman Baru
Ryamizard Ryacudu Meninggal...
Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia, TNI AD Berduka: Pengabdiannya Inspirasi bagi Prajurit
Soal Film Pesta Babi,...
Soal Film Pesta Babi, TNI AD: Kami Tak Antikritik, tapi Kritik Harus Berdasarkan Data dan Fakta
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Rupiah Cetak Rekor Terlemah...
Rupiah Cetak Rekor Terlemah Rp17.700 per Dolar AS, Pertama Kalinya dalam Sejarah Indonesia
Rekomendasi
Meksiko vs Korea Selatan...
Meksiko vs Korea Selatan Buntu di Babak Pertama
Pemain Timnas Inggris...
Pemain Timnas Inggris Anthony Gordon Dikeroyok Media Spanyol
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Berita Terkini
Ditangkap Polda Metro...
Ditangkap Polda Metro Jaya, Dokter Tifa: Tepat saat Saya Menghadap Ujian S3
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya di Jakarta
KPK Telusuri Pembelian...
KPK Telusuri Pembelian Aset Fadia Arafiq saat Jabat Bupati Pekalongan
Selain Dokter Tifa,...
Selain Dokter Tifa, Polda Metro Jaya Juga Tangkap Roy Suryo
Didesak Tegaskan Sikap...
Didesak Tegaskan Sikap ke Pemerintahan Prabowo, PDIP: Memangnya Jazilul Siapa?
Dokter Tifa Ditangkap...
Dokter Tifa Ditangkap Polisi dan Dibawa ke Polda Metro Jaya, Ini Kata Kuasa Hukum
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved