Deretan Pangkostrad yang Memiliki Brevet Para Utama, Dua di Antaranya Menantu Jenderal
Senin, 14 November 2022 - 06:37 WIB
loading...
A
A
A
3. Jenderal TNI Andika Perkasa
Jenderal TNI Andika Perkasa merupakan seorang perwira tinggi TNI AD yang menjabat sebagai Panglima TNI sejak tanggal 17 November 2021 menggantikan Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto. Andika merupakan lulusan Akmil tahun 1987.
Sebelumnya, dia menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Pada saat dilantik, ia adalah Panglima TNI tertua sepanjang sejarah. Andika juga tak lama lagi akan memasuki masa pensiun.
Andika menikah dengan Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati Hendropriyono yang merupakan anak perempuan dari mantan Kepala BIN Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono. Andika tercatat memiliki sejumlah brevet yakni, Brevet Kualifikasi Komando Kopassus, Brevet Kualifikasi Cakra Kostrad, Brevet Free Fall, Brevet Para Utama, Brevet Kualifikasi Penanggulangan Teror (Gultor), Brevet Pandu Udara (Pathfinder), Brevet Trimedia Intai Amfibi Korps Marinir, Brevet Komando Kopasgat, dan masih banyak lagi.
4. Letjen TNI Edy Rahmayadi
Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi menjabat sebagai Pangkostrad pada periode 25 Juli 2015-4 Januari 2018. Pria kelahiran 10 Maret 1961 ini kemudian ditetapkan menjadi Pati Mabes TNI AD dalam rangka pensiun dini berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/12/I/2018, tanggal 4 Januari 2018 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI.
Edy Rahmayadi merupakan lulusan Akmil tahun 1985 ini berpengalaman dalam bidang infanteri. Jabatan sebelumnya adalah Panglima Kodam I/Bukit Barisan. Edy Rahmayadi pernah menjabat sebagai Komandan Yonif Linud 100/Prajurit Setia yang bermarkas di Namu Sira-Sira, Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Saat ini Edy menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara.
Selain Brevet Para Utama, Letjen Edy juga memiliki Brevet Kualifikasi Cakra Kostrad, Brevet Kualifikasi Pandu Udara (Pathfinder), hingga Brevet Kualifikasi Intai Tempur (Taipur).
5. Jenderal TNI Mulyono
Jenderal TNI (Purn) Mulyono menjabat sebagai Pangkostrad pada periode 21 Maret 2014-5 September 2014. Pada 2015, Mulyono lalu ditunjuk menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Penunjukannya sebagai KSAD ditetapkan dalam Keppres Nomor 54/TNI tahun 2015 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan KSAD menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang dimutasi menjadi Panglima TNI.
Dalam sepak terjangnya di dunia militer, Jenderal Mulyono memiliki sederet brevet di seragamnya. Beberapa di antaranya adalah Brevet Kualifikasi Komando Kopassus, Brevet Para Utama, Brevet Hiu Kencana, Brevet Kualifikasi Intai Tempur (Taipur), dan Brevet Kualifikasi Penanggulangan Teror (Gultor).
6. Jenderal TNI Pramono Edhie Prabowo
Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo merupakan Pangkostrad ke-27 yang menjabat dari periode 30 September 2010-9 Agustus 2011. Ia kemudian dimutasi menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang dilantik berdasarkan Surat Keputusan Presiden nomor: 40/TNI/2011, menggantikan Jenderal TNI George Toisutta.
Jenderal TNI Andika Perkasa merupakan seorang perwira tinggi TNI AD yang menjabat sebagai Panglima TNI sejak tanggal 17 November 2021 menggantikan Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto. Andika merupakan lulusan Akmil tahun 1987.
Sebelumnya, dia menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Pada saat dilantik, ia adalah Panglima TNI tertua sepanjang sejarah. Andika juga tak lama lagi akan memasuki masa pensiun.
Andika menikah dengan Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati Hendropriyono yang merupakan anak perempuan dari mantan Kepala BIN Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono. Andika tercatat memiliki sejumlah brevet yakni, Brevet Kualifikasi Komando Kopassus, Brevet Kualifikasi Cakra Kostrad, Brevet Free Fall, Brevet Para Utama, Brevet Kualifikasi Penanggulangan Teror (Gultor), Brevet Pandu Udara (Pathfinder), Brevet Trimedia Intai Amfibi Korps Marinir, Brevet Komando Kopasgat, dan masih banyak lagi.
4. Letjen TNI Edy Rahmayadi
Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi menjabat sebagai Pangkostrad pada periode 25 Juli 2015-4 Januari 2018. Pria kelahiran 10 Maret 1961 ini kemudian ditetapkan menjadi Pati Mabes TNI AD dalam rangka pensiun dini berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/12/I/2018, tanggal 4 Januari 2018 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI.
Edy Rahmayadi merupakan lulusan Akmil tahun 1985 ini berpengalaman dalam bidang infanteri. Jabatan sebelumnya adalah Panglima Kodam I/Bukit Barisan. Edy Rahmayadi pernah menjabat sebagai Komandan Yonif Linud 100/Prajurit Setia yang bermarkas di Namu Sira-Sira, Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Saat ini Edy menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara.
Selain Brevet Para Utama, Letjen Edy juga memiliki Brevet Kualifikasi Cakra Kostrad, Brevet Kualifikasi Pandu Udara (Pathfinder), hingga Brevet Kualifikasi Intai Tempur (Taipur).
5. Jenderal TNI Mulyono
Jenderal TNI (Purn) Mulyono menjabat sebagai Pangkostrad pada periode 21 Maret 2014-5 September 2014. Pada 2015, Mulyono lalu ditunjuk menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Penunjukannya sebagai KSAD ditetapkan dalam Keppres Nomor 54/TNI tahun 2015 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan KSAD menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang dimutasi menjadi Panglima TNI.
Dalam sepak terjangnya di dunia militer, Jenderal Mulyono memiliki sederet brevet di seragamnya. Beberapa di antaranya adalah Brevet Kualifikasi Komando Kopassus, Brevet Para Utama, Brevet Hiu Kencana, Brevet Kualifikasi Intai Tempur (Taipur), dan Brevet Kualifikasi Penanggulangan Teror (Gultor).
6. Jenderal TNI Pramono Edhie Prabowo
Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo merupakan Pangkostrad ke-27 yang menjabat dari periode 30 September 2010-9 Agustus 2011. Ia kemudian dimutasi menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang dilantik berdasarkan Surat Keputusan Presiden nomor: 40/TNI/2011, menggantikan Jenderal TNI George Toisutta.
Lihat Juga :