Megawati Ceritakan Presiden Soekarno Gambar Bendera Aljazair saat KAA di Bandung
Senin, 07 November 2022 - 15:37 WIB
loading...
A
A
A
“Yang paling saya kagumi adalah dengan caranya Bung Karno itu bisa mengajak yang namanya sekarang menjadi Republik Rakyat Tiongkok untuk ikut di dalam Konferensi Asia-Afrika tersebut. Ketika itu beliau berhubungan dengan Ketua Mao Zedong. Beliau bilangnya begini, ‘Kalian itu jangan mengurung diri saja di dalam yang disebut tirai bambu. Sudah saatnya kalian pun harus ikut sebagai salah satu bangsa yang mempunyai penduduk terbesar di dunia,” ungkap Megawati.
Baca juga: Pilpres 2024, PDIP Yakin Sikap Politik Jokowi dan Megawati Tidak Berbeda
“Pendek ceritanya, yang dapat meyakinkan atas bantuan dari Perdana Menteri Zhou Enlai. Zhou Enlai sangat sepakat dengan Bung Karno. Akhirnya di situlah maka China itu ikut di dalam Konferensi Asia-Afrika dan dapat membuka dirinya seperti Tiongkok yang sekarang,” tambah Megawati.
Kisah yang berikutnya terjadi di tempat konferensi. Panitia KAA sudah diberitahu bahwa kalau ada negara yang belum merdeka, tetapi ikut dan hadir di Bandung. Oleh panitia, negara itu ditaruh ke tempat peninjau.
“Tetapi ketika itu datanglah delegasi Aljazair, mereka protes. Karena memang waktu itu Aljazair belum merdeka. (Tetapi mereka protes) Karena tidak mau jauh-jauh datang, kok (ditempatkan) sebagai peninjau. Jadi Bung Karno diberitahu. Lalu Bung Karno, di sebuah meja yang kosong, duduk, memanggil delegasi tersebut. Lalu gampang saja, beliau minta kertas. Di tempat kosong itu kan biasanya ada nama (negara), lalu untuk bendera. Jadi Bung Karno hanya nanya gini, "Kalian kalau nanti merdeka, bendera kalian seperti apa?" Jadi orang itu yang ditanya ngomong. Bung Karno kan arsitek, jadi pintar gambar. Jadi dia cepat, ngikuti. Nah, langsung ditanya, "Apakah ini benderamu?" "Yes" kata orang yang mungkin itu ketua delegasi. Oke, ditaruh di tempat bendera. Panitia dipanggil, “dia sah sebagai pengikut, bukan peninjau”. Wah (Aljazair) kan senang banget,” cerita Megawati.
Baca juga: Pilpres 2024, PDIP Yakin Sikap Politik Jokowi dan Megawati Tidak Berbeda
“Pendek ceritanya, yang dapat meyakinkan atas bantuan dari Perdana Menteri Zhou Enlai. Zhou Enlai sangat sepakat dengan Bung Karno. Akhirnya di situlah maka China itu ikut di dalam Konferensi Asia-Afrika dan dapat membuka dirinya seperti Tiongkok yang sekarang,” tambah Megawati.
Kisah yang berikutnya terjadi di tempat konferensi. Panitia KAA sudah diberitahu bahwa kalau ada negara yang belum merdeka, tetapi ikut dan hadir di Bandung. Oleh panitia, negara itu ditaruh ke tempat peninjau.
“Tetapi ketika itu datanglah delegasi Aljazair, mereka protes. Karena memang waktu itu Aljazair belum merdeka. (Tetapi mereka protes) Karena tidak mau jauh-jauh datang, kok (ditempatkan) sebagai peninjau. Jadi Bung Karno diberitahu. Lalu Bung Karno, di sebuah meja yang kosong, duduk, memanggil delegasi tersebut. Lalu gampang saja, beliau minta kertas. Di tempat kosong itu kan biasanya ada nama (negara), lalu untuk bendera. Jadi Bung Karno hanya nanya gini, "Kalian kalau nanti merdeka, bendera kalian seperti apa?" Jadi orang itu yang ditanya ngomong. Bung Karno kan arsitek, jadi pintar gambar. Jadi dia cepat, ngikuti. Nah, langsung ditanya, "Apakah ini benderamu?" "Yes" kata orang yang mungkin itu ketua delegasi. Oke, ditaruh di tempat bendera. Panitia dipanggil, “dia sah sebagai pengikut, bukan peninjau”. Wah (Aljazair) kan senang banget,” cerita Megawati.
Lihat Juga :