Nurul Arifin: Industri Pertahanan Nasional Harus Membuat Indonesia Disegani Negara Lain

Kamis, 03 November 2022 - 17:40 WIB
loading...
Nurul Arifin: Industri...
Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin menilai perkembangan industri pertahanan dalam negeri terus membaik. Foto/MNC Media
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin menilai perkembangan industri pertahanan dalam negeri terus membaik. Ini dapat disaksikan dalam pameran pertahanan nasional Indo Defence 2022, di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Ada 30 negara yg ikut dalam pameran ini dan 900 industri pertahanan dalam dan luar negeri. “Saya melihat sudah ada perkembangan yang signifikan setelah pemerintah memberikan ruang yang lebih banyak kepada BUMN dan sektor swasta dalam industri pertahanan kita,” kata Nurul saat mengunjungi Indo Defence 2022, Kamis (3/11/2022).

"Saya juga menyambut baik perintah Presiden Joko Widodo kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk bekerja sama dengan perusahaan dan industri pertahanan dari negara lain. Selain untuk transfer dan adopsi teknologi, saya yakin kerja sama itu juga akan menciptakan kemandirian kita dalam menyediakan persenjataan untuk TNI. Dari sisi anggaran pun juga semakin ringan,” kata Nurul.

Baca juga: Jokowi Harap Indo Defence Jadi Ajang Promosi Produk Pertahanan Indonesia

Menurut anggota Fraksi Partai Golkar ini, contoh kerja sama seperti pembuatan kapal selam dengan Korea Selatan dan pembuatan Tank Harimau dengan Turki layak untuk terus dilanjutkan dan dikembangkan. “Saat ini negara-negara berlomba-lomba untuk meningkatkan kapasitas power alutsista mereka, salah satunya diimplementasikan melalui kemandirian pertahanan. Indonesia pun harus melakukan hal itu,” kata Nurul

Baca juga: Industri Pertahanan Lokal Raih Manfaat Total Rp67,5 Triliun dari Pembelian Alutsista Luar Negeri

Namun dalam melengkapi dan modernisasi alutsista ini, menurut Nurul, bukan ditujukan untuk perlombaan senjata, melainkan untuk memperkuat pertahanan dan keamanan nasional. Selain itu, kerja sama pertahanan dengan negara lain, terutama dalam pembuatan alutsista diperlukan untuk mengantisipasi kondisi keamanan global. “Apalagi jika melihat berbagai ketegangan di Eropa Timur dan Asia Pasifik yang memerlukan perhatian kita,” ucap Nurul.

Modernisasi pertahanan ini, tidak berarti Indonesia harus ikut-ikutan mengembangkan senjata nuklir. “Kita bukan negara agresor yang perlu menggentarkan negara lain dengan persenjataan, seperti nuklir. Namun kita harus memperkuat pertahanan sendiri agar tetap disegani oleh negara-negara lain,” ungkap Nurul.

Oleh karena penguatan dan modernisasi pertahanan menjadi sebuah keharusan. Bukan hanya pertahanan senjata konvensional saja, namun Nurul juga melihat pertahanan sistem digital Indonesia juga harus diperkuat.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
64 PSE Sudah Lapor ke...
64 PSE Sudah Lapor ke Komdigi, Nurul Arifin Berharap Angkanya Terus Meningkat
Setujui Usulan Tambahan...
Setujui Usulan Tambahan Anggaran Kemhan Rp195 Triliun, Komisi I Bakal Diteruskan ke Banggar
TNI Ikut Atasi Begal,...
TNI Ikut Atasi Begal, DPR: Harus Terukur dan Punya Dasar Hukum yang Jelas
Komisi I Ingatkan Pemerintah...
Komisi I Ingatkan Pemerintah Hati-hati Jadikan Bandara Kertajati sebagai Bengkel Pesawat Hercules
Memajukan Peran Korsel...
Memajukan Peran Korsel sebagai Kekuatan Diplomatik melalui Diplomasi Pertahanan
Cegah Serangan Rusia...
Cegah Serangan Rusia Tanpa Bantuan AS, UE Butuh Waktu 4 Tahun Bangun Militer
Rencana Perjanjian Keamanan...
Rencana Perjanjian Keamanan Bersama Indonesia - Australia Bangun Kepercayaan di Tengah Perubahan Strategis
Setahun Kepemimpinan,...
Setahun Kepemimpinan, Prabowo Jadikan Pertahanan sebagai Instrumen Diplomasi
Rekomendasi
Otto Media Grup dan...
Otto Media Grup dan SOMETHINC Dorong Kolaborasi Bisnis Kreator
Benahi Tata Kelola MBG,...
Benahi Tata Kelola MBG, Tindakan BGN Tutup Ratusan Dapur Fiktif Diapresiasi
Konsumsi Pertalite Meledak...
Konsumsi Pertalite Meledak Imbas Kenaikan Harga BBM Pertamax, Pasokan Aman?
Berita Terkini
Sjafrie-AHY Sinkronkan...
Sjafrie-AHY Sinkronkan Pengamanan Ruang Udara hingga Pengembangan Rute Penerbangan
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Golkar Tak Takut Pemilih Pindah ke PSI
DPR Upayakan Formula...
DPR Upayakan Formula TKD Tetap Adil, Rasional, dan Berpihak ke Daerah
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
Penyidik KPK Limpahkan...
Penyidik KPK Limpahkan Berkas Perkara Budiman Bayu Prasojo Tersangka Bea Cukai ke JPU
Citra Positif Polri...
Citra Positif Polri Meningkat, Pakar: Masyarakat Rasakan Perubahan Kinerja Kepolisian
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved