KTT G20 Diharapkan Lahirkan Kesepakatan Ketersediaan Pangan
Rabu, 02 November 2022 - 21:42 WIB
loading...
A
A
A
Ronny mencontohkan komoditas kedelai. Menurutnya, faktor geografis, yaitu penyinaran matahari, membuat produksi kedelai nasional tidak mampu mengimbangi produksi kedelai dari China.
"Kedelai kita itu wangi dan bulirnya besar tapi butuh penyinaran yang lama. Penyinaran bisa dibantu oleh penggunaan lampu di green house, tapi dijualnya jadi mahal nanti. Sudah kita pakai kedelai dari China, lalu kita kasih apa yang China butuhkan yang ada di kita. Itu namanya memaksimalkan potensi kerja sama bilateral," katanya.
Ronnie juga mencontohkan komoditas gandum yang bisa didapat dari Australia. Krisis yang terjadi antara Rusia dan Ukraina membuat pasokan gandum ke Indonesia menjadi terhambat. "Harganya pun naik 35%. Dan sepertinya akan naik lagi. Kita bisa minta Australia untuk support kebutuhan gandum kita," katanya.
Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menekankan pentingnya kolaborasi global untuk mengatasi krisis pangan yang kini mengancam banyak negara di dunia. Kolaborasi memungkinkan memitigasi dan mengatasi triple krisis: krisis energi, pangan, dan keuangan.
Menurut Syahrul, sebagai bagian dari komunitas global, G20 berkomitmen mendukung peran krusial dari sektor pertanian dalam menyediakan pangan dan gizi bagi semua orang, juga menjamin pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. "Tidak boleh ada negara yang terlewatkan dan tertinggal, kolaborasi adalah kunci untuk mengatasi tantangan saat ini dan di masa datang," katanya.
"Kedelai kita itu wangi dan bulirnya besar tapi butuh penyinaran yang lama. Penyinaran bisa dibantu oleh penggunaan lampu di green house, tapi dijualnya jadi mahal nanti. Sudah kita pakai kedelai dari China, lalu kita kasih apa yang China butuhkan yang ada di kita. Itu namanya memaksimalkan potensi kerja sama bilateral," katanya.
Ronnie juga mencontohkan komoditas gandum yang bisa didapat dari Australia. Krisis yang terjadi antara Rusia dan Ukraina membuat pasokan gandum ke Indonesia menjadi terhambat. "Harganya pun naik 35%. Dan sepertinya akan naik lagi. Kita bisa minta Australia untuk support kebutuhan gandum kita," katanya.
Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menekankan pentingnya kolaborasi global untuk mengatasi krisis pangan yang kini mengancam banyak negara di dunia. Kolaborasi memungkinkan memitigasi dan mengatasi triple krisis: krisis energi, pangan, dan keuangan.
Menurut Syahrul, sebagai bagian dari komunitas global, G20 berkomitmen mendukung peran krusial dari sektor pertanian dalam menyediakan pangan dan gizi bagi semua orang, juga menjamin pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. "Tidak boleh ada negara yang terlewatkan dan tertinggal, kolaborasi adalah kunci untuk mengatasi tantangan saat ini dan di masa datang," katanya.
(abd)
Lihat Juga :