Kemenag: Tokoh Agama Miliki Peran Penting Wujudkan Pembangunan Nasional
Selasa, 01 November 2022 - 16:06 WIB
loading...
Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin menyebut tokoh-tokoh agama memiliki peran penting dalam mewujudkan pembangunan nasional. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah memastikan agama dan tokoh-tokoh agama memiliki peran sentral dan fundamental dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang sejalan dengan tujuan pembangunan nasional dan amanat konstitusi.
Pernyataan itu disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin seusai menghadiri International Partnership on Religion and Sustainable Development (PaRD) Annual Forum on Religion and Sustainable Development 2022 di Badung, Bali.
PaRD merupakan organisasi global yang terdiri dari 145 anggota dari 50 negara yang memfasilitasi kerja sama antarnegara, antarpemerintahan, riset akademis, agama, dan organisasi keagamaan masyarakat untuk mempercepat pencapaian SDGs.
Baca juga: Ajak Relawan Jaga Stabilitas, Jokowi: Kalau Dikit-dikit Demo Kita Sulit Bangun Negara
“Agama terutama tokoh agama berperan sentral dan fundamental dalam mewujudkan SDGs. Kami ambil contoh tentang kemiskinan, reducing poverty di mana agama serta tokoh agama misalnya dalam konteks Islam, ada namanya zakat, wakaf, infak, sedekah,” kata Kamaruddin Amin, Selasa (1/10/2022).
Kamaruddin menyebut, ada jutaan rakyat, umat Islam di Indonesia yang mendapat bantuan dari dana zakat, wakaf, infak dan sedekah itu untuk membantu orang miskin. Bahkan mengubah mereka yang tadinya berhak menerima zakat menjadi wajib mengeluarkan zakat karena transformasi statusnya dari tidak mampu menjadi golongan mampu.
Pernyataan itu disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin seusai menghadiri International Partnership on Religion and Sustainable Development (PaRD) Annual Forum on Religion and Sustainable Development 2022 di Badung, Bali.
PaRD merupakan organisasi global yang terdiri dari 145 anggota dari 50 negara yang memfasilitasi kerja sama antarnegara, antarpemerintahan, riset akademis, agama, dan organisasi keagamaan masyarakat untuk mempercepat pencapaian SDGs.
Baca juga: Ajak Relawan Jaga Stabilitas, Jokowi: Kalau Dikit-dikit Demo Kita Sulit Bangun Negara
“Agama terutama tokoh agama berperan sentral dan fundamental dalam mewujudkan SDGs. Kami ambil contoh tentang kemiskinan, reducing poverty di mana agama serta tokoh agama misalnya dalam konteks Islam, ada namanya zakat, wakaf, infak, sedekah,” kata Kamaruddin Amin, Selasa (1/10/2022).
Kamaruddin menyebut, ada jutaan rakyat, umat Islam di Indonesia yang mendapat bantuan dari dana zakat, wakaf, infak dan sedekah itu untuk membantu orang miskin. Bahkan mengubah mereka yang tadinya berhak menerima zakat menjadi wajib mengeluarkan zakat karena transformasi statusnya dari tidak mampu menjadi golongan mampu.
Lihat Juga :