Maknai Hari Sumpah Pemuda, PT Sasa Inti Berdayakan UMKM Kuliner TWC Prambanan dan Borobudur
Senin, 31 Oktober 2022 - 13:38 WIB
loading...
A
A
A
“Kami mendampingi enam aspek, mulai produksi, SDM, kelembagaan, pemasaran, keuangan, dan IT. Kami juga berkolaborasi dengan stakeholder lain untuk membantu pelaku UMKM dalam mengurus NIB, PIRT, dan lainnya,” tuturnya.
Diretur Pemasaran, Pelayanan, dan Pengembangan Usaha PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, Ratu Boko, Hetty Herawati menambahkan peranan kuliner yang dikembangkan UMKM dalam mendukung destinasi wisata sangat penting.
“Kami ingin pelaku UMKM mendapatkan manfaat dari adanya kawasan wisata atau warisan budaya. Nggak ada gunanya kalau nggak memberikan manfaat, baik ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Yang kami lakukan adalah membina pelaku kuliner sekitar agar semakin berkembang,” ujarnya.
Menurut Hetty, kuliner merupakan atraksi utama, karena wisatawan tidak cukup hanya menikmati lingkungannya saja.
Kuliner, kata dia, menjadi hal yang paling dicari saat wisatawan berkunjung. Untuk itu, destinasi wisataa harus memiliki ikon kuliner di sekitar kawasan wisata.
DR Tjahja Muhandri, Pendiri Forum CCIKM Pangan Indonesia sebagai pemateri pelatihan mengatakan, beberapa tips yang perlu diperhatikan para pegiat kuliner tradisional jika ingin terus bertahan selain rasa yang enak juga produk yang dijual harus tahan lama, dengan mempergunakan teknik pengawetan yang aman melalui pengeringan dan mematikan mikroba yang menyebabkan makanan tidak tahan lama.
Selain itu para pelaku UMKM juga tidak boleh ketinggalan teknologi dengan memotret produk dagangannya secara menarik dan mencantumkan nama tokonya di social media supaya mudah ditemukan saat dicari melalui googling ketika calon pembeli berencana berkunjung ke suatu daerah wisata. Yang paling penting dari semua teknik keamanan pangan yg diajarkan oleh Tjahja, adalah sikap mental para pedagang agar tidak mudah merasa puas, dan akhirnya malas melakukan inovasi untuk membuat produk yang dijual dapat semakin baik setiap harinya.
Diretur Pemasaran, Pelayanan, dan Pengembangan Usaha PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, Ratu Boko, Hetty Herawati menambahkan peranan kuliner yang dikembangkan UMKM dalam mendukung destinasi wisata sangat penting.
“Kami ingin pelaku UMKM mendapatkan manfaat dari adanya kawasan wisata atau warisan budaya. Nggak ada gunanya kalau nggak memberikan manfaat, baik ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Yang kami lakukan adalah membina pelaku kuliner sekitar agar semakin berkembang,” ujarnya.
Menurut Hetty, kuliner merupakan atraksi utama, karena wisatawan tidak cukup hanya menikmati lingkungannya saja.
Kuliner, kata dia, menjadi hal yang paling dicari saat wisatawan berkunjung. Untuk itu, destinasi wisataa harus memiliki ikon kuliner di sekitar kawasan wisata.
DR Tjahja Muhandri, Pendiri Forum CCIKM Pangan Indonesia sebagai pemateri pelatihan mengatakan, beberapa tips yang perlu diperhatikan para pegiat kuliner tradisional jika ingin terus bertahan selain rasa yang enak juga produk yang dijual harus tahan lama, dengan mempergunakan teknik pengawetan yang aman melalui pengeringan dan mematikan mikroba yang menyebabkan makanan tidak tahan lama.
Selain itu para pelaku UMKM juga tidak boleh ketinggalan teknologi dengan memotret produk dagangannya secara menarik dan mencantumkan nama tokonya di social media supaya mudah ditemukan saat dicari melalui googling ketika calon pembeli berencana berkunjung ke suatu daerah wisata. Yang paling penting dari semua teknik keamanan pangan yg diajarkan oleh Tjahja, adalah sikap mental para pedagang agar tidak mudah merasa puas, dan akhirnya malas melakukan inovasi untuk membuat produk yang dijual dapat semakin baik setiap harinya.
(ars)
Lihat Juga :