JK Beberkan Sosok Ideal Cawapres Pendamping Anies, Ini Kriterianya
Sabtu, 29 Oktober 2022 - 12:03 WIB
loading...
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membeberkan kriteria calon wakil presiden (cawapres) pendamping Anies Baswedan di Pilpres 2024. Foto: Dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla ( JK ) membeberkan kriteria calon wakil presiden (cawapres) pendamping Anies Baswedan di Pilpres 2024 . JK menilai bukan hanya popularitas yang perlu dipertimbangkan dalam mencari sosok yang pas sebagai cawapres pendamping Anies Baswedan.
"Wakil itu pertama dinilai pertama bukan popularitas tapi dinilai bagaimana dia pengalaman membantu presiden. Coba lihat semuanya. Saya dua kali wapres. Pak Boediono, Pak Kiai (Ma’ruf Amin) pernah kampanye enggak? Enggak pernah. Harus tadi, harus bekerja dengan baik, sehingga dilihat ini. Harus menilai bisa bekerja sama atau bisa membantu," kata JK kepada wartawan, Sabtu (29/10/2022).
Menurutnya, cawapres yang baik tidak hanya harus dinilai dari elektabilitas di sejumlah survei. "Tentu kalau dalam pemilu ya. Tapi orang elektabilitas dilihat dari apa yang dikerjakannya sekarang. Itu harus tapi orang akan menilai dia sanggup bekerja tidak," tutur JK.
Baca juga: Jusuf Kalla Minta Kedekatannya dengan Anies Baswedan Tak Dianggap Politis
Maka itu, JK meminta masyarakat untuk tidak asal memilih capres dan cawapres yang populer. Tapi harus memiliki kriteria yang baik sebagai pemimpin.
"Gini, yang kita harapkan memilih, jangan, bukan nama, bukan siapa. Tapi masih kita bisa bikin suatu kriteria yang baik dulu. Tawarkan ke masyarakat," imbuhnya.
"Wakil itu pertama dinilai pertama bukan popularitas tapi dinilai bagaimana dia pengalaman membantu presiden. Coba lihat semuanya. Saya dua kali wapres. Pak Boediono, Pak Kiai (Ma’ruf Amin) pernah kampanye enggak? Enggak pernah. Harus tadi, harus bekerja dengan baik, sehingga dilihat ini. Harus menilai bisa bekerja sama atau bisa membantu," kata JK kepada wartawan, Sabtu (29/10/2022).
Menurutnya, cawapres yang baik tidak hanya harus dinilai dari elektabilitas di sejumlah survei. "Tentu kalau dalam pemilu ya. Tapi orang elektabilitas dilihat dari apa yang dikerjakannya sekarang. Itu harus tapi orang akan menilai dia sanggup bekerja tidak," tutur JK.
Baca juga: Jusuf Kalla Minta Kedekatannya dengan Anies Baswedan Tak Dianggap Politis
Maka itu, JK meminta masyarakat untuk tidak asal memilih capres dan cawapres yang populer. Tapi harus memiliki kriteria yang baik sebagai pemimpin.
"Gini, yang kita harapkan memilih, jangan, bukan nama, bukan siapa. Tapi masih kita bisa bikin suatu kriteria yang baik dulu. Tawarkan ke masyarakat," imbuhnya.
Lihat Juga :