4 Menteri Ramaikan Malam Puncak Hari Santri 2022
Minggu, 23 Oktober 2022 - 09:34 WIB
loading...
A
A
A
Shalawat Kebangsaan adalah seremoni membaca selawat secara masal dan mendoakan para pahlawan nasional yang telah gugur sekaligus sekaligus memanjatkan doa untuk kebaikan negeri ini.
Baca juga: Menag: Santri Bisa Jadi Menteri, Wapres, hingga Presiden
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menerangkan, pilihan tema hari santri yang ke-7 ini diambil dari maqashid al-syariah, yaitu bagaimana santri harus menjaga martabat kemanusiaan dengan cara yang paling mudah, yaitu dengan mempertahankan negara dari setiap gangguan dan rongrongan sebagian pihak.
Setiap gelaran hari santri, semangatnya selalu bernuansa kebangsaan. Hari santri yang ditetapkan Pemerintah pada tahun 2015 adalah penghargaan atas perjuangan para pendahulu dalam memerdekakan bangsa Indonesia, karena tanggal itu diambil dari Resolusi Jihad yang diserukan KH. Hasyim Asy'ari agar semua elemen bangsa berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Resolusi inilah yang memicu pertempuran 10 November 1945, yang ditetapkan sebagai Hari Pahlwan Nasional.
“Kita semua menikmati perjuangan para santri dahulu. Maka kita yang tinggal menikmati ini jangan enak-enakan minta diistimewakan, tidak bisa. Kita harus berusaha dan berdaya,” tegas Menag.
Baca juga: Menag: Santri Bisa Jadi Menteri, Wapres, hingga Presiden
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menerangkan, pilihan tema hari santri yang ke-7 ini diambil dari maqashid al-syariah, yaitu bagaimana santri harus menjaga martabat kemanusiaan dengan cara yang paling mudah, yaitu dengan mempertahankan negara dari setiap gangguan dan rongrongan sebagian pihak.
Setiap gelaran hari santri, semangatnya selalu bernuansa kebangsaan. Hari santri yang ditetapkan Pemerintah pada tahun 2015 adalah penghargaan atas perjuangan para pendahulu dalam memerdekakan bangsa Indonesia, karena tanggal itu diambil dari Resolusi Jihad yang diserukan KH. Hasyim Asy'ari agar semua elemen bangsa berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Resolusi inilah yang memicu pertempuran 10 November 1945, yang ditetapkan sebagai Hari Pahlwan Nasional.
“Kita semua menikmati perjuangan para santri dahulu. Maka kita yang tinggal menikmati ini jangan enak-enakan minta diistimewakan, tidak bisa. Kita harus berusaha dan berdaya,” tegas Menag.
Lihat Juga :