Viral Jokowi Hindari Pelukan Surya Paloh, Stafsus Faldo Yakin Tak Ada Masalah Personal
Sabtu, 22 Oktober 2022 - 20:32 WIB
loading...
Stafsus Mensesneg Faldo Maldini menyakini tidak ada masalah personal antara Presiden Jokowi dengan Ketum Partai Nasdem Surya Paloh. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Video Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh bersalaman dengan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) saat HUT ke-58 Golkar mendadak viral di sosial media. Dari potongan video yang beredar, banyak warganet menilai gestur Jokowi seolah menolak pelukan Surya Paloh seusai diajak bersalaman.
Awalnya Surya Paloh berjabat tangan dengan Jokowi yang berdiri di sebelah Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Lalu, seusai bersalaman, tangan Surya Paloh nampak menepuk-nepuk lengan kiri Jokowi. Kemudian orang nomor satu di Indonesia itu pun membalas dengan menepuk bahu kiri Surya Paloh.
Merespons hal tersebut, Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Faldo Maldini meyakini tidak ada masalah personal di antara keduanya. Bahkan, saat menyampaikan pidato di HUT ke-58 Golkar, hampir semua nama tokoh yang hadir disebutkan Jokowi.
Baca juga: Jokowi Ibaratkan Pilpres seperti Memilih Pilot dan Kopilot
"Saya akan bicara dari sisi kenegaraan saja, soal tafsir lebih baik pengamat. Saya kira tidak ada soal personal, dalam pidato hampir semua nama tokoh disebut Presiden. Tidak ada masalah," kata Faldo, Sabtu (22/10/2022).
Awalnya Surya Paloh berjabat tangan dengan Jokowi yang berdiri di sebelah Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Lalu, seusai bersalaman, tangan Surya Paloh nampak menepuk-nepuk lengan kiri Jokowi. Kemudian orang nomor satu di Indonesia itu pun membalas dengan menepuk bahu kiri Surya Paloh.
Merespons hal tersebut, Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Faldo Maldini meyakini tidak ada masalah personal di antara keduanya. Bahkan, saat menyampaikan pidato di HUT ke-58 Golkar, hampir semua nama tokoh yang hadir disebutkan Jokowi.
Baca juga: Jokowi Ibaratkan Pilpres seperti Memilih Pilot dan Kopilot
"Saya akan bicara dari sisi kenegaraan saja, soal tafsir lebih baik pengamat. Saya kira tidak ada soal personal, dalam pidato hampir semua nama tokoh disebut Presiden. Tidak ada masalah," kata Faldo, Sabtu (22/10/2022).
Lihat Juga :