Alarm Bersama dari Maraknya Banjir-Longsor

Kamis, 20 Oktober 2022 - 13:07 WIB
loading...
Alarm Bersama dari Maraknya...
Bencana alam seperti banjir dan tanah longsor mulai terjadi pada Oktober ini. Mitigasi sangat diperlukan demi meminimalisasi dampak bencana. (KORAN SINDO/Wawan Bastian)
A A A
TREN bencana alam banjir, longsor, dan angin kencang meningkat di sejumlah provinsi di Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, dalam sepekan terakhir data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan adanya 13 korban jiwa dari 76 laporan bencana.

Itu menjadi kabar sangat menyedihkan. Sebab, hampir saban tahun, musim hujan yang datang selalu berdampak bencana. Banjir, misalnya, tak hanya di Jakarta, tahun ini juga melanda banyak daerah lain seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi.

Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com

Potensi hujan lebat hingga sedang disertai petir sebelumnya memang telah diwanti-wanti oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dalam prediksinya, per 9-15 Oktober tercatat hanya dua provinsi di Indonesia yakni Nusa Tenggara Timur dan Sumatera Barat yang tidak dilanda cuaca ekstrem.

Mengapa cuaca ekstrem selalu menimbulkan efek bencana, bahkan hilangnya jiwa manusia maupun harta yang banyak? Sudah benar-benarkah antisipasi bencana ini dilakukan dengan sangat baik selama ini, lebih-lebih dengan dukungan teknologi yang canggih semacam big data atau lainnya saat ini? Ataukah bencana itu karena kesembronoan kita yang tidak sadar dan tanggap akan hal buruk akibat cuaca ekstrem?

Selasa (11/10) lalu, kita terhenyak ketika mendapat kabar seorang mahasiswi IPB University terperosok dan akhirnya terhanyut kala melewati Jalan Dadali di Kota Bogor di waktu hujan deras melanda.

Minimnya infrastruktur pengamanan jalan membuat mahasiswi itu langsung hanyut masuk gorong-gorong bersama sepeda motornya. Jasad mahasiswi nahas itu baru ditemukan pada Minggu (16/10) di Jakarta Barat yang jaraknya sekitar 80 km dari lokasi kejadian.

Kasus hampir serupa terjadi Subang. Pemotor hanyut dan hilang saat melintas di jalan pinggir Sungai Ciasem, Desa Curugagung, Sagalaherang, saat hujan deras. Pada Senin (17/10) pemotor juga tertimpa pohon saat melintas di sebuah jalan di Cibinong, Bogor.

Kasus-kasus ini hanyalah secuil potret dugaan kekurangsiapsiagaan kita menghadapi kondisi buruk, termasuk bencana. Mungkin saja pemerintah daerah selama ini anteng-anteng saja karena merasa tak pernah kejadian setragis itu. Namun, semestinya ini bisa dicegah.

Lebih-lebih ke depan, dengan pendekatan teknologi big data seperti memadukan data prediksi cuaca dan sebagainya, maka seberapa tinggi genangan suatu jalan jika dilanda hujan deras sejatinya bisa diprediksi dini.

Demikian juga soal pohon rapuh dan tua, jika dikontrol rutin tentu musibah bisa dicegah. Lagi-lagi, ini jika memang perlu dipikirkan secara komprehensif dan serius.

Kasus-kasus bencana di Oktober ini harus jadi alarm bersama kita. Berpijak pada kasus-kasus itu, ada beberapa langkah yang tidak boleh diremehkan sebagai antisipasi bencana dan meminimalisasi risiko dampak. Yakni dengan memperkuat mitigasi. Penguatan ini dari hulu sampai hilir.

BMKG sudah jauh-jauh hari membuat prediksi bencana. Namun, prediksi harus dikomunikasikan segera dengan aksi-aksi nyata di lapangan, bukan sekadar rapat dan pemetaan semata.

Kemudian membenahi infrastruktur demi mengurangi dampak bencana. Langkah ini memang butuh perencanaan, pembiayaan dan perumusan kebijakan yang matang. Namun, sudah saatnya kebijakan pemerintah yang sadar akan bencana harus diprioritaskan agar tidak menyesal kemudian.

Terakhir adalah meningkatkan kesadaran dan sikap tanggap masyarakat akan bencana. Lewat kesadaran bersama (collective consciousness) ini akan terbangun representasi tata kelola penanganan bencana yang lebih komprehensif.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BNPB Ungkap Indonesia...
BNPB Ungkap Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia
BMKG: Waspada Banjir...
BMKG: Waspada Banjir Rob Selama Libur Lebaran hingga 27 Maret 2026
Mensesneg Pastikan Dalami...
Mensesneg Pastikan Dalami Dugaan Penebangan Hutan Picu Banjir di Guci Tegal
BMKG: Perubahan Iklim...
BMKG: Perubahan Iklim Picu Meningkatnya Bencana, Termasuk Banjir Sumatera
BMKG: Operasi Modifikasi...
BMKG: Operasi Modifikasi Cuaca untuk Mitigasi Bencana, Bukan Pemicu Cuaca Tak Stabil
Awal 2026 Hujan Lebat...
Awal 2026 Hujan Lebat Meluas, BMKG: Dipengaruhi Penguatan Angin di Selatan Indonesia
El Nino Menguat, BMKG:...
El Nino Menguat, BMKG: Waspadai Kekeringan, Karhutla, dan Angin Kencang hingga Awal Agustus 2026
Peringatan BMKG: Gelombang...
Peringatan BMKG: Gelombang Tinggi Hantam Sejumlah Perairan Indonesia 20-23 Juli 2026, Ini Daftar Wilayahnya
Fenomena Super New Moon,...
Fenomena Super New Moon, BMKG: Waspadai Banjir Rob pada Hari Ini hingga 22 Juli 2026
Rekomendasi
Uji Jalan BYD M6 DM...
Uji Jalan BYD M6 DM Tembus 150 Km Tanpa Setetes Bensin, Bagaimana Sistem Dual Mode Bekerja?
Penerbangan Netanyahu...
Penerbangan Netanyahu ke AS Melintasi Wilayah Udara Negara-negara Anggota ICC
Dari Perkotaan ke Tretes-Prigen:...
Dari Perkotaan ke Tretes-Prigen: BYD M6 DM Cetak Efisiensi 82 km/liter
Berita Terkini
Usut Perkara TPPU Febrie...
Usut Perkara TPPU Febrie Adriansyah, Tim 9 Kejagung Periksa 7 Orang Saksi
Presiden PKS Dorong...
Presiden PKS Dorong Komponen Bangsa Lebih Aktif Perjuangkan Kemerdekaan Palestina
Sekolah Nasional Terintegrasi:...
Sekolah Nasional Terintegrasi: Investasi Besar yang Harus Dijaga Konsistensinya
Marak Kasasi Jaksa atas...
Marak Kasasi Jaksa atas Vonis Bebas, Pakar Nilai Bertentangan dengan Asas Hukum
Sambut HUT Ke-81 RI,...
Sambut HUT Ke-81 RI, Kemenag Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas
Titi Anggraini: Tak...
Titi Anggraini: Tak Libatkan Parpol Nonparlemen Bahas RUU Pemilu Tindakan Inkonstitusional
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved