PKS Apresiasi Australia Cabut Pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel
Kamis, 20 Oktober 2022 - 08:00 WIB
loading...
Politikus PKS Sukamta mengapresiasi sikap Pemerintah Australia yang mencabut pengakuan atas status Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel. Foto/dpr.go.id
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Australia mencabut pengakuan Yerusalem Barat sebagai Ibu Kota Israel. Australia menyatakan status kota tua itu harus diselesaikan melalui negosiasi damai antara Israel dan rakyat Palestina.
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS DPR RI Sukamta mengapresiasi sikap pemerintah Australia tersebut. “Perubahan kebijakan pemerintah Australia dengan mencabut pengakuan atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel patut kita apresiasi," ujar Sukamta, Kamis (20/10/2022).
Kebijakan tersebut menurutnya menunjukan bahwa upaya Israel dengan memindahkan ibu kota dari Tel Aviv ke Yerusalem tidak mendapatkan dukungan dari banyak negara, salah satunya Australia. "Pandangan pemerintah Australia bahwa penyelesaian konflik Israel-Palestina harus dilakukan dengan damai harus kita dukung," tambahnya.
Baca juga: Respons Presiden PKS soal Nasdem Deklarasikan Anies Capres 2024
Pencabutan pengakuan ini bisa menjadi pemicu dukungan perjuangan kemerdekaan Palestina dari berbagai negara selain Indonesia.
Pasalnya Indonesia sebagai negara yang terus memperjuangkan dan mendukung kemerdekaan Palestina, sejak awal menolak kebijakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. "Indonesia perlu terus melanjutkan upaya menggalang dukungan dan mengambil langkah-langkah strategis dalam menyelesaikan masalah Palestina," ungkap Sukamta.
Sukamta yang mewakili Fraksi PKS DPR RI menyatakan apresiasi sikap kepada pemerintah Australia dan berharap untuk bersama sama mendorong kemerdekaan Bangsa Palestina.
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS DPR RI Sukamta mengapresiasi sikap pemerintah Australia tersebut. “Perubahan kebijakan pemerintah Australia dengan mencabut pengakuan atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel patut kita apresiasi," ujar Sukamta, Kamis (20/10/2022).
Kebijakan tersebut menurutnya menunjukan bahwa upaya Israel dengan memindahkan ibu kota dari Tel Aviv ke Yerusalem tidak mendapatkan dukungan dari banyak negara, salah satunya Australia. "Pandangan pemerintah Australia bahwa penyelesaian konflik Israel-Palestina harus dilakukan dengan damai harus kita dukung," tambahnya.
Baca juga: Respons Presiden PKS soal Nasdem Deklarasikan Anies Capres 2024
Pencabutan pengakuan ini bisa menjadi pemicu dukungan perjuangan kemerdekaan Palestina dari berbagai negara selain Indonesia.
Pasalnya Indonesia sebagai negara yang terus memperjuangkan dan mendukung kemerdekaan Palestina, sejak awal menolak kebijakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. "Indonesia perlu terus melanjutkan upaya menggalang dukungan dan mengambil langkah-langkah strategis dalam menyelesaikan masalah Palestina," ungkap Sukamta.
Sukamta yang mewakili Fraksi PKS DPR RI menyatakan apresiasi sikap kepada pemerintah Australia dan berharap untuk bersama sama mendorong kemerdekaan Bangsa Palestina.
Lihat Juga :