Tuntut Tanggung Jawab Tragedi Kanjuruhan, TGIPF Minta Iwan Bule Mundur dari Ketum PSSI
Selasa, 18 Oktober 2022 - 06:40 WIB
loading...
TGIPF Tragedi Kanjuruhan merekomendasikan Iwan Bule mundur dari kursi ketua umum PSSI. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan meminta Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule beserta seluruh jajaran Komite Eksekutif mengundurkan diri. Hal tersebut disampaikan dalam rekomendasi laporan TGIPF kepada Presiden Jokowi pada Jumat (14/10/2022) lalu.
"Secara normatif, pemerintah tidak bisa mengintervensi PSSI, namun dalam negara yang memiliki dasar moral dan etik serta budaya adiluhung, sudah sepatutnya Ketua Umum PSSI dan seluruh jajaran Komite Eksekutif mengundurkan diri," bunyi rekomendasi TGIPF yang diunggah melalui website polkam.go.id, dikutip Selasa (18/10/2022).
Menurut TGIPF, para pejabat PSSI tersebut perlu mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban atas jatuhnya korban luka hingga meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan.
Baca juga: Fadli Zon Desak Iwan Bule Mundur dari Jabatan Ketum PSSI
"(Mengundurkan diri) sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas jatuhnya korban sebanyak 712 orang, di mana saat laporan ini disusun sudah mencapai 132 orang meninggal dunia, 96 orang luka berat, 484 orang luka sedang/ringan yang sebagian bisa saja mengalami dampak jangka panjang," bunyi rekomendasi.
"Secara normatif, pemerintah tidak bisa mengintervensi PSSI, namun dalam negara yang memiliki dasar moral dan etik serta budaya adiluhung, sudah sepatutnya Ketua Umum PSSI dan seluruh jajaran Komite Eksekutif mengundurkan diri," bunyi rekomendasi TGIPF yang diunggah melalui website polkam.go.id, dikutip Selasa (18/10/2022).
Menurut TGIPF, para pejabat PSSI tersebut perlu mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban atas jatuhnya korban luka hingga meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan.
Baca juga: Fadli Zon Desak Iwan Bule Mundur dari Jabatan Ketum PSSI
"(Mengundurkan diri) sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas jatuhnya korban sebanyak 712 orang, di mana saat laporan ini disusun sudah mencapai 132 orang meninggal dunia, 96 orang luka berat, 484 orang luka sedang/ringan yang sebagian bisa saja mengalami dampak jangka panjang," bunyi rekomendasi.
Lihat Juga :