Bersiap Menghadapi Pertumbuhan Ekonomi Minus

Senin, 06 Juli 2020 - 07:00 WIB
loading...
Bersiap Menghadapi Pertumbuhan...
Menteri Keuangan Sri Mulyani meyakini defisit yang besar itu akan bisa membantu pemerintah melakukan belanja lebih luas untuk merespons dampak pandemi korona. Ilustrasi/SINDOnews
A A A
SEJUMLAH lembaga internasional memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini bakal terkontraksi cukup dalam. Kondisi ini tak lain akibat masih belum meredanya pandemi virus korona (Covid-19) yang hingga Minggu (5/7), total telah menginfeksi 63,749 orang di seluruh Tanah Air.

Kendati sejumlah fasilitas publik, bisnis, dan pariwisata sudah mulai dibuka dengan pembatasan pengunjung, hal itu diperkirakan belum cukup untuk mengungkit roda perekonomian secara umum. Di sektor ritel misalnya. Para pengelola tenant di pusat perbelanjaan di Jakarta mengeluhkan masih belum adanya penjualan signifikan. Kendati Pemrov DKI Jakarta sudah membuka mal sejak pekan kedua Juni lalu, di beberapa lokasi masih sepi.

Itu baru di industri ritel yang secara kasatmata bisa dilihat pergerakannya. Sektor ini menjadi indikasi bagaimana sektor konsumsi yang selama ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi selalu di atas 50% terhadap total produk domestik bruto (PDB). Di antara sejumlah lembaga yang merilis proyeksi terbaru pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini, hanya Bank Dunia yang sepertinya cukup optimistis. Lembaga berbasis di Washington DC, Amerika Serikat ini memperkirakan Indonesia stagnan 0%. Sementara institusi global lainnya seperti Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Pembangunan Asia (ADB), Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) melihat outlook pertumbuhan ekonomi dalam negeri lebih suram.

IMF dalam proyeksi terbarunya memperkirakan pertumbuhan di 2020 di angka -0,3%, OECD di kisaran -3,9 hingga -2,8% dan ADB -1%. Sementara pemerintah sendiri mempunyai hitungan proyeksi pertumbuhan sepanjang tahun ini terkontraksi -0,4 hingga 1%.

Para pelaku usaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia juga pesimistis dengan prospek ekonomi tahun ini. Mereka memperkirakan di kuartal II/2020 perekonomian akan tumbang alias -4 sampai -6%. Rendahnya angka pertumbuhan ini menurut Kadin adalah karena penyerapan anggaran belanja di berbagai sektor yang seret.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Liliana Tanoesoedibjo...
Liliana Tanoesoedibjo Terima Penghargaan MURI Kartini atas Konser Tehillim - The Heart of Worship
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
Berita Terkini
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
Poltracking Temukan...
Poltracking Temukan PDIP Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Pakar Hukum: Bisa Timbulkan Persoalan
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved