Pengertian Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi
Senin, 10 Oktober 2022 - 12:18 WIB
loading...
A
A
A
Gangguan keamanan serta dinamika politik yang tinggi membuat pemerintahan Orde Lama tidak banyak membangun. Salah satu tinggalan Orde Lama ikonik adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta yang digunakan untuk Asian Games IV dan Ganefo (Games of The News Emerging Forces).
Selain itu, Orde Lama juga membangun Masjid Istiqlal, Monumen Nasional (Monas), Bendungan Jatiluhur dan Pabrik Baja Krakatau Steel. Namun, pembangunan Bendungan Jatiluhur dan Pabrik Krakatau Steel baru selesai di era Orde Baru.
Pada 1960, pemerintahan Presiden Soekarno merencanakan Pembangunan Nasional Semesta Berencana Delapan Tahun. Namun rencana tersebut tidak berjalan dengan lancar dikarenakan negara Indonesia sedang bersiap untuk perang melawan Belanda yang bertujuan merebut kembali Irian Barat. Selain itu, terjadinya iklim politik yang tidak kondusif juga menjadi salah satu penyebabnya.
2. Era Orde Baru
Pemerintahan Orde Baru muncul setelah keluarnya surat perintah 11 Maret 1966 atau dikenal Supersemar. Soeharto diangkat menjadi Presiden Indonesia menggantikan Soekarno. Orde Baru berlansung selama 32 tahun, dari 1966 hingga 1998.
Penamaan Orde Baru untuk membedakan dengan era sebelumnya, Orde Lama. Pada era ini, sistem pemerintahan Indonesia masih menggunakan presidensial, di mana keputusan mutlak ada di tangan presiden, serta memiliki bentuk pemerintah yaitu republik. Pada era ini pula dasar konstitusi negara Indonesia adalah UUD 1945.
Terjadi kemajuan pesat di Indonesia dalam pembangunan selama Orde Baru. Pemerintahan Presiden Soeharto menekankan stabilitas nasional, baik dalam program politik, rehabilitas ekonomi, serta berkepribadian dan fokus pada bidang sosial budaya. Hasilnya bisa dirasakan masyarakat seperti inflasi turun dan mata uang Indonesia menjadi lebih stabil.
Namun dalam perkembangannya, kekuasaan sepenuhnya berada di tangan Presiden Soeharto. Akibatnya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) tumbuh subur di era Orde Baru. Hingga akhirnya terjadi krisis moneter yang memicu kerusuhan pada 1997.
Selain itu, Orde Lama juga membangun Masjid Istiqlal, Monumen Nasional (Monas), Bendungan Jatiluhur dan Pabrik Baja Krakatau Steel. Namun, pembangunan Bendungan Jatiluhur dan Pabrik Krakatau Steel baru selesai di era Orde Baru.
Pada 1960, pemerintahan Presiden Soekarno merencanakan Pembangunan Nasional Semesta Berencana Delapan Tahun. Namun rencana tersebut tidak berjalan dengan lancar dikarenakan negara Indonesia sedang bersiap untuk perang melawan Belanda yang bertujuan merebut kembali Irian Barat. Selain itu, terjadinya iklim politik yang tidak kondusif juga menjadi salah satu penyebabnya.
2. Era Orde Baru
Pemerintahan Orde Baru muncul setelah keluarnya surat perintah 11 Maret 1966 atau dikenal Supersemar. Soeharto diangkat menjadi Presiden Indonesia menggantikan Soekarno. Orde Baru berlansung selama 32 tahun, dari 1966 hingga 1998.
Penamaan Orde Baru untuk membedakan dengan era sebelumnya, Orde Lama. Pada era ini, sistem pemerintahan Indonesia masih menggunakan presidensial, di mana keputusan mutlak ada di tangan presiden, serta memiliki bentuk pemerintah yaitu republik. Pada era ini pula dasar konstitusi negara Indonesia adalah UUD 1945.
Terjadi kemajuan pesat di Indonesia dalam pembangunan selama Orde Baru. Pemerintahan Presiden Soeharto menekankan stabilitas nasional, baik dalam program politik, rehabilitas ekonomi, serta berkepribadian dan fokus pada bidang sosial budaya. Hasilnya bisa dirasakan masyarakat seperti inflasi turun dan mata uang Indonesia menjadi lebih stabil.
Namun dalam perkembangannya, kekuasaan sepenuhnya berada di tangan Presiden Soeharto. Akibatnya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) tumbuh subur di era Orde Baru. Hingga akhirnya terjadi krisis moneter yang memicu kerusuhan pada 1997.
Lihat Juga :