Hasto Ungkap Sempat Ada Upaya untuk Mengganti Hari Pahlawan
Minggu, 09 Oktober 2022 - 12:41 WIB
loading...
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bersama tokoh lainnya, menghadiri acara talkshow di Kantor PDIP Gedung B, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/10/2022) pagi. Foto/Carlos Roy Fajarta/MPI
A
A
A
JAKARTA - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan, sempat ada upaya hendak mengganti Hari Pahlawan menjadi Serangan Umum 1 Maret. Hal tersebut disampaikan Hasto saat menjelaskan mengenai salah satu lukisan berlatar belakang serangan umum 1 Maret saat pelaksanaan talk show HUT TNI ke-77 'TNI Adalah Kita'.
"PDIP menggalang seluruh kekuatan untuk kejayaan Indonesia. Kekuatan bertanggung jawab untuk keselamatan negara, kedaulatan negara, kekuatan wilayah," kata Hasto Kristiyanto, di Kantor PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/10/2022).
Ia mengatakan, lukisan tersebut bertema Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945. Baca juga: Hari Pahlawan, Jokowi: Bangsa Ini Semakin Kokoh Bagaikan Karang
"Jadi itu gambar Bung Karno dengan mengambil latar belakang peristiwa 10 November 1945. Yang sebelumnya diawali dengan Hari Santri pada 22 Oktober 1945. Di mana hari santri itu PDIP terdepan," ucap Hasto.
Hasto mengungkapkan, di era kepemimpinan Presiden Soeharto sempat ada upaya membelokkan sejarah.
"Zaman Pak Soeharto, Pak Nugroho Noto Sutanto itu membuat dokumen untuk membelokkan sejarah, di mana hari Pahlawan itu mau diganti serangan umum 1 Maret. Tapi kemudian ditolak," tuturnya.
"PDIP menggalang seluruh kekuatan untuk kejayaan Indonesia. Kekuatan bertanggung jawab untuk keselamatan negara, kedaulatan negara, kekuatan wilayah," kata Hasto Kristiyanto, di Kantor PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/10/2022).
Ia mengatakan, lukisan tersebut bertema Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945. Baca juga: Hari Pahlawan, Jokowi: Bangsa Ini Semakin Kokoh Bagaikan Karang
"Jadi itu gambar Bung Karno dengan mengambil latar belakang peristiwa 10 November 1945. Yang sebelumnya diawali dengan Hari Santri pada 22 Oktober 1945. Di mana hari santri itu PDIP terdepan," ucap Hasto.
Hasto mengungkapkan, di era kepemimpinan Presiden Soeharto sempat ada upaya membelokkan sejarah.
"Zaman Pak Soeharto, Pak Nugroho Noto Sutanto itu membuat dokumen untuk membelokkan sejarah, di mana hari Pahlawan itu mau diganti serangan umum 1 Maret. Tapi kemudian ditolak," tuturnya.
Lihat Juga :