Bamsoet Ajak Masyarakat Masifkan Gerakan Wakaf
Jum'at, 07 Oktober 2022 - 16:25 WIB
loading...
Ketua MPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) dalam Rapat Kerja Nasional Forjukafi di Jakarta, Jumat (7/10/2022). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua MPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi kehadiran Forum Jurnalis Wakaf Indonesia (Forjukafi) yang dipimpin jurnalis senior Wahyu Muryadi. Forjukafi didirikan dengan mengusung visi mulia, yaitu memberikan kesadaran masyarakat untuk berwakaf.
Berdasarkan laporan Badan Wakaf Indonesia (BWI), hingga awal Maret 2022 realisasi wakaf baru mencapai sekitar Rp860 miliar. Padahal, potensi yang bisa dihimpun mencapai Rp180 triliun hingga Rp370 triliun.
Menurut Bamsoet, peran Forjukafi sangat penting dalam memperluas literasi masyarakat mengenai wakaf melalui berbagai kanal media massa. Selain bisa membangun opini positif tentang wakaf, masyarakat juga bisa semakin mengetahui tentang fungsi wakaf untuk kesejahteraan umat.
Baca juga: Forjukafi Gelar Rakernas, Susun Strategi Memasyarakatkan Wakaf di Indonesia
"Mengingat masih menjadi pemahaman umum bahwa wakaf terbatas dimaknai sebagai menyedekahkan harta tidak bergerak, misalnya tanah untuk pembangunan masjid. Padahal wakaf juga dapat diberikan dalam bentuk lain, misalnya uang. Bahkan seiring kemajuan teknologi, wakaf juga dapat disalurkan secara digital, misalnya berupa saham atau surat-surat berharga," ujar Bamsoet dalam Rapat Kerja Nasional Forjukafi di Jakarta, Jumat (7/10/2022).
Turut hadir secara virtual antara lain Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma'ruf Amin dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Hadir secara langsung di lokasi acara antara lain Ketua Umum Forjukafi Wahyu Muryadi, Kabid Komunikasi Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) Mayjen TNI (Purn) Sunaryo, Dewan Penasihat BWI Imam Teguh Saptono, dan Presiden Global Wakaf Corporation Cecep M. Wahyudin.
Ketua DPR ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI Bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, pada awal Januari 2021 Presiden Joko Widodo meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang. Forjukafi bisa berperan penting membantu pemerintah untuk memasifkan Gerakan Nasional Wakaf Uang tersebut tersebut hingga ke setiap provinsi dan kabupaten/kota.
Berdasarkan laporan Badan Wakaf Indonesia (BWI), hingga awal Maret 2022 realisasi wakaf baru mencapai sekitar Rp860 miliar. Padahal, potensi yang bisa dihimpun mencapai Rp180 triliun hingga Rp370 triliun.
Menurut Bamsoet, peran Forjukafi sangat penting dalam memperluas literasi masyarakat mengenai wakaf melalui berbagai kanal media massa. Selain bisa membangun opini positif tentang wakaf, masyarakat juga bisa semakin mengetahui tentang fungsi wakaf untuk kesejahteraan umat.
Baca juga: Forjukafi Gelar Rakernas, Susun Strategi Memasyarakatkan Wakaf di Indonesia
"Mengingat masih menjadi pemahaman umum bahwa wakaf terbatas dimaknai sebagai menyedekahkan harta tidak bergerak, misalnya tanah untuk pembangunan masjid. Padahal wakaf juga dapat diberikan dalam bentuk lain, misalnya uang. Bahkan seiring kemajuan teknologi, wakaf juga dapat disalurkan secara digital, misalnya berupa saham atau surat-surat berharga," ujar Bamsoet dalam Rapat Kerja Nasional Forjukafi di Jakarta, Jumat (7/10/2022).
Turut hadir secara virtual antara lain Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma'ruf Amin dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Hadir secara langsung di lokasi acara antara lain Ketua Umum Forjukafi Wahyu Muryadi, Kabid Komunikasi Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) Mayjen TNI (Purn) Sunaryo, Dewan Penasihat BWI Imam Teguh Saptono, dan Presiden Global Wakaf Corporation Cecep M. Wahyudin.
Ketua DPR ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI Bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, pada awal Januari 2021 Presiden Joko Widodo meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang. Forjukafi bisa berperan penting membantu pemerintah untuk memasifkan Gerakan Nasional Wakaf Uang tersebut tersebut hingga ke setiap provinsi dan kabupaten/kota.
Lihat Juga :