Ketua DPW Partai Perindo DKI Jakarta: Tragedi Kanjuruhan Akibat Dosa Berjamaah
Kamis, 06 Oktober 2022 - 19:21 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Komnas HAM: Mayoritas Korban Tragedi Kanjuruhan Alami Patah Tulang
Kemudian, Effendi menjelaskan adanya kesalahan yang hadir dari kepentingan broadcaster yang mementingkan rating komersil. Menurutnya, kepentingan komersil tersebut yang akhirnya menafikan potensi-potensi yang dikhawatirkan sering terjadi dalam gelaran pertandingan sepakbola di Indonesia.
"Pihak kepolisian dan panitia penyelenggara klub sudah mengajukan ke LIB sebagai Operator liga untuk menggeser jadwal pertandingan lebih awal untuk mengurangi potensi kerusuhan dan sebagainya. Tetapi atas keputusan LIB, PSSI dan Broadcaster selaku pemegang hak siar, mereka tetap menginginkan main di jam delapan malam karena ratingnya tinggi," terang Effendi.
Terlebih, Effendi menuturkan pihak panitia penyelenggara juga menjual jumlah tiket yang melebihi kapasitas stadion. Hal ini menimbang animo pertandingan yang besar bagi masing-masing pendukung klub sepak bola yang bertanding. "Hanya demi cuan, tiket pun dijual melebihi batas kapasitas stadion. Yaa jadi seperti inilah hasilnya," jelas Effendi.
Untuk diketahui, podcast aksi nyata Perindo yang bertajuk "Tragedi di Stadion Kanjuruhan" tersebut digawangi oleh pembawa acara Laras Tahira. Tayangan podcast itu dapat disaksikan melalui layanan daring di Instagram Partai Perindo, RCTI+, Okezone, Sindonews.com, iNews.id, YouTube, Facebook, Twitter dan Website Partai Perindo.
Kemudian, Effendi menjelaskan adanya kesalahan yang hadir dari kepentingan broadcaster yang mementingkan rating komersil. Menurutnya, kepentingan komersil tersebut yang akhirnya menafikan potensi-potensi yang dikhawatirkan sering terjadi dalam gelaran pertandingan sepakbola di Indonesia.
"Pihak kepolisian dan panitia penyelenggara klub sudah mengajukan ke LIB sebagai Operator liga untuk menggeser jadwal pertandingan lebih awal untuk mengurangi potensi kerusuhan dan sebagainya. Tetapi atas keputusan LIB, PSSI dan Broadcaster selaku pemegang hak siar, mereka tetap menginginkan main di jam delapan malam karena ratingnya tinggi," terang Effendi.
Terlebih, Effendi menuturkan pihak panitia penyelenggara juga menjual jumlah tiket yang melebihi kapasitas stadion. Hal ini menimbang animo pertandingan yang besar bagi masing-masing pendukung klub sepak bola yang bertanding. "Hanya demi cuan, tiket pun dijual melebihi batas kapasitas stadion. Yaa jadi seperti inilah hasilnya," jelas Effendi.
Untuk diketahui, podcast aksi nyata Perindo yang bertajuk "Tragedi di Stadion Kanjuruhan" tersebut digawangi oleh pembawa acara Laras Tahira. Tayangan podcast itu dapat disaksikan melalui layanan daring di Instagram Partai Perindo, RCTI+, Okezone, Sindonews.com, iNews.id, YouTube, Facebook, Twitter dan Website Partai Perindo.
(cip)
Lihat Juga :