Prabowo Subianto Dinilai Tinggal Tunggu Lawan di Pilpres 2024
Selasa, 04 Oktober 2022 - 19:00 WIB
loading...
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengunjungi Pondok Pesantren Api Asri Syubbanul Wathon, Tegalrejo, Magelang, Jumat (23/9/2022) malam. FOTO/KONTRIBUTOR MPI
A
A
A
JAKARTA - Menjelang 12 bulan tahapan pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) 2024, tiga nama memiliki tingkat elektabilitas tertinggi. Ketiganya adalah Prabowo Subianto , Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan.
Berdasarkan hasil sigi Skala Survei Indonesia (SSI), dari 10 nama yang disodorkan kepada 1.200 responden, Prabowo Subianto paling banyak dipilih dengan perolehan 30,3%. Di belakang ada Ganjar Pranowo dengan elektabilitas 22,3% dan Anies Baswedan 20,8%.
"Sementara yang belum memutuskan atau tidak tahu/tidak jawab/rahasia sebanyak 6,2%," kata Direktur Eksekutif SSI Abdul Hakim dalam keterangan tertulis, Selasa (4/10/2022).
Hakim menjelaskan, setelah mendapatkan tiga nama dengan elektabilitas tertinggi, yang paling penting untuk dijawab adalah siapa tokoh yang paling berpeluang menjadi calon presiden. Menurutnya, ada dua variabel yang bisa dijadikan rujukan untuk menghitung peluang tokoh diusung menjadi capres. Pertama, dari sisi elektoral melalui kaca mata survei dan kedua, melalui potensi mendapatkan tiket pencapresan dari 9 parpol berkursi di DPR.
"Dari 3 nama yang memiliki tingkat elektabilitas tertinggi, baru Prabowo Subianto dan Anies Baswedan yang sudah dideklarasikan secara resmi oleh parpol sebagai capres. Prabowo oleh Partai Gerindra dan Anies Baswedan oleh Partai NasDem. Sementara Ganjar Pranowo hingga saat ini belum ada parpol yang secara resmi akan mencapreskannya," ujarnya.
Dengan merujuk dua variabel itu, Abdul Hakim kemudian menyimpulkan Prabowo Subianto dan Anies Baswedan yang paling memiliki peluang. Namun, menurut Abdul Hakim, peluang Prabowo lebih besar untuk mendapatkan tiket capres karena Partai Gerakan Gerindra hanya butuh satu teman koalisi untuk mendapatkan tiket capres. Saat ini, Gerindra sudah bergandengan dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang komposisi kursinya sudah di atas 20%.
Berdasarkan hasil sigi Skala Survei Indonesia (SSI), dari 10 nama yang disodorkan kepada 1.200 responden, Prabowo Subianto paling banyak dipilih dengan perolehan 30,3%. Di belakang ada Ganjar Pranowo dengan elektabilitas 22,3% dan Anies Baswedan 20,8%.
"Sementara yang belum memutuskan atau tidak tahu/tidak jawab/rahasia sebanyak 6,2%," kata Direktur Eksekutif SSI Abdul Hakim dalam keterangan tertulis, Selasa (4/10/2022).
Hakim menjelaskan, setelah mendapatkan tiga nama dengan elektabilitas tertinggi, yang paling penting untuk dijawab adalah siapa tokoh yang paling berpeluang menjadi calon presiden. Menurutnya, ada dua variabel yang bisa dijadikan rujukan untuk menghitung peluang tokoh diusung menjadi capres. Pertama, dari sisi elektoral melalui kaca mata survei dan kedua, melalui potensi mendapatkan tiket pencapresan dari 9 parpol berkursi di DPR.
"Dari 3 nama yang memiliki tingkat elektabilitas tertinggi, baru Prabowo Subianto dan Anies Baswedan yang sudah dideklarasikan secara resmi oleh parpol sebagai capres. Prabowo oleh Partai Gerindra dan Anies Baswedan oleh Partai NasDem. Sementara Ganjar Pranowo hingga saat ini belum ada parpol yang secara resmi akan mencapreskannya," ujarnya.
Dengan merujuk dua variabel itu, Abdul Hakim kemudian menyimpulkan Prabowo Subianto dan Anies Baswedan yang paling memiliki peluang. Namun, menurut Abdul Hakim, peluang Prabowo lebih besar untuk mendapatkan tiket capres karena Partai Gerakan Gerindra hanya butuh satu teman koalisi untuk mendapatkan tiket capres. Saat ini, Gerindra sudah bergandengan dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang komposisi kursinya sudah di atas 20%.
Lihat Juga :