Soal Tragedi Kanjuruhan, IPW Desak Kapolri Cabut Izin Kompetisi Liga
Minggu, 02 Oktober 2022 - 09:23 WIB
loading...
Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kerusuhan suporter terjadi selepas duel lanjutan Liga 1 2022/2023 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya. Ironisnya, 153 orang tewas mengenaskan dalam tragedi dunia sepak bola di Indonesia.
Melihat hal tersebut, Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mencabut izin penyelenggaraan sementara seluruh kompetisi liga yang dilakukan PSSI sebagai bahan evaluasi Harkamtibmas.
”(Polri harus) menganalisa sistem pengamanan yang dilaksanakan oleh aparat kepolisian dalam mengendalikan kericuhan di sepak bola,” kata Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso melalui keterangan tertulisnya, Minggu (2/10/2022).
”Jatuhnya korban tewas di sepak bola nasional ini, harus diusut tuntas pihak kepolisian. Jangan sampai pidana dari jatuhnya suporter di Indonesia menguap begitu saja seperti hilangnya nyawa dua bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Juni lalu,” sambungnya.
Pasalnya, kata dia, kericuhan dalam tragedi tragis itu berawal dari kekecewaan suporter tim tuan rumah yang turun ke lapangan tanpa dapat dikendalikan oleh pihak keamanan. Baca juga: Mendunia! Tragedi Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Disorot Media Inggris
Melihat hal tersebut, Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mencabut izin penyelenggaraan sementara seluruh kompetisi liga yang dilakukan PSSI sebagai bahan evaluasi Harkamtibmas.
”(Polri harus) menganalisa sistem pengamanan yang dilaksanakan oleh aparat kepolisian dalam mengendalikan kericuhan di sepak bola,” kata Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso melalui keterangan tertulisnya, Minggu (2/10/2022).
”Jatuhnya korban tewas di sepak bola nasional ini, harus diusut tuntas pihak kepolisian. Jangan sampai pidana dari jatuhnya suporter di Indonesia menguap begitu saja seperti hilangnya nyawa dua bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Juni lalu,” sambungnya.
Pasalnya, kata dia, kericuhan dalam tragedi tragis itu berawal dari kekecewaan suporter tim tuan rumah yang turun ke lapangan tanpa dapat dikendalikan oleh pihak keamanan. Baca juga: Mendunia! Tragedi Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Disorot Media Inggris
Lihat Juga :