Sebut Ada Dugaan Kecurangan Pemilu di 2024, Pengamat: SBY Blunder
Minggu, 25 September 2022 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
Dosen FISIP UIN Jakarta ini juga menanggapi pernyataan Ketua Umum Demokrat DPP Agus Harimuti Yudhoyono yang mengklaim 70%-80% pembangunan di era Presiden Joko Widodo merupakan kinerja ayahnya, SBY. Menurut dia, klaim tersebut tidak berbasis data. Sebab di era pemerintahan SBY banyak proyek yang mangkrak. Pemerintahan Jokowilah yang melanjutkan, bahkan membuat proyek baru demi kemajuan insfrastruktur.
"Semisal dari panjangnya jalan tol itu jomplang lah, semua orang juga cukup mengetahui, terlebih ada Jalan Trans Jawa, Trans Sumatera dan Trans Papua, ya memang diselesaikan di zaman Jokowi," sebutnya.
"Semua orang juga tahu bahwa bandara di zaman Jokowi jauh lebih banyak ketimbang SBY, terus pembangunan jalur kereta api, bendungan dan lainnya itu adalah variabel yang sebenarnya tidak butuh ahli untuk menjelaskan itu semua," katanya.
Baca juga: Persilakan SBY Turun Gunung, PDIP: Jangan Fitnah Pemerintahan Jokowi
Dalam kesempatan yang sama, mantan kader Partai Demokrat, Gede Pasek Suardika menambahkan, tudingan dugaan kecurangan di Pemilu 2024 yang dilontarkan SBY mempunyai motif politis. Sebab, SBY menilai dalam parameter, jika anaknya tidak menjadi capres atau cawapres, maka ada kecurangan dalam Pilpres 2024.
"Semisal dari panjangnya jalan tol itu jomplang lah, semua orang juga cukup mengetahui, terlebih ada Jalan Trans Jawa, Trans Sumatera dan Trans Papua, ya memang diselesaikan di zaman Jokowi," sebutnya.
"Semua orang juga tahu bahwa bandara di zaman Jokowi jauh lebih banyak ketimbang SBY, terus pembangunan jalur kereta api, bendungan dan lainnya itu adalah variabel yang sebenarnya tidak butuh ahli untuk menjelaskan itu semua," katanya.
Baca juga: Persilakan SBY Turun Gunung, PDIP: Jangan Fitnah Pemerintahan Jokowi
Dalam kesempatan yang sama, mantan kader Partai Demokrat, Gede Pasek Suardika menambahkan, tudingan dugaan kecurangan di Pemilu 2024 yang dilontarkan SBY mempunyai motif politis. Sebab, SBY menilai dalam parameter, jika anaknya tidak menjadi capres atau cawapres, maka ada kecurangan dalam Pilpres 2024.
Lihat Juga :