Aceh Sering Diguncang Gempa, BMKG Ungkap Penyebabnya
Sabtu, 24 September 2022 - 14:14 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan, Daryono mengungkapkan bahwa dari hasil kajian tsunami purba juga menjadi bukti terjadinya tsunami pada masa prasejarah bahwa di Aceh pada tahun periode 1100 hingga 1390 masehi juga telah terjadi beberapa kali tsunami.
“Ini menunjukkan bahwa keberulangan tsunami di Aceh itu sudah seringkali terjadi, ini yang harus menjadikan kewaspadaan bahwa setiap terjadi gempa signifikan seperti pagi ini, kita perlu mewaspadai ya. Dan jika masyarakat pantai merasakan ada getaran kuat lebih baik melakukan evaluasi mandiri dengan menjadi dari pantai,” katanya.
Daryono melanjutkan beberapa segmen aktif di Aceh tidak hanya di laut namun juga darat yang sering menjadi penyebab gempa di wilayah itu. “Tidak hanya di laut, di darat kita juga mencatat adanya jalur sesar besar Sumatera yang terbagi dalam Segmen Aceh, Segmen Seulimeum, dan Segmen Tripa. Dan segmen segmen Tripa ini yang kemarin memicu gempa 3 kali dan signifikan.”
“Kalau kita melihat Segmen Tripa itu pernah memicu gempa berkekuatan 7,3 pada 1936 dan menimbulkan kerusakan dan korban jiwa. Ini yang menjadi kewaspadaan kita dengan meningkatnya Segmen Tripa akhir-akhir ini. Kemudian Seulimeum sendiri sudah pernah memicu gempa tahun 1964 berkekuatan 6,5 yang merusak,” katanya.
Daryono mengingatkan bahwa jika dilihat dari aktivitas kegempaan di Aceh, perlu diwaspadai mengingat sudah lama tidak terjadi gempa yang justru berpotensi mengeluarkan kekuatan gempa yang besar.
“Ini menunjukkan bahwa keberulangan tsunami di Aceh itu sudah seringkali terjadi, ini yang harus menjadikan kewaspadaan bahwa setiap terjadi gempa signifikan seperti pagi ini, kita perlu mewaspadai ya. Dan jika masyarakat pantai merasakan ada getaran kuat lebih baik melakukan evaluasi mandiri dengan menjadi dari pantai,” katanya.
Daryono melanjutkan beberapa segmen aktif di Aceh tidak hanya di laut namun juga darat yang sering menjadi penyebab gempa di wilayah itu. “Tidak hanya di laut, di darat kita juga mencatat adanya jalur sesar besar Sumatera yang terbagi dalam Segmen Aceh, Segmen Seulimeum, dan Segmen Tripa. Dan segmen segmen Tripa ini yang kemarin memicu gempa 3 kali dan signifikan.”
“Kalau kita melihat Segmen Tripa itu pernah memicu gempa berkekuatan 7,3 pada 1936 dan menimbulkan kerusakan dan korban jiwa. Ini yang menjadi kewaspadaan kita dengan meningkatnya Segmen Tripa akhir-akhir ini. Kemudian Seulimeum sendiri sudah pernah memicu gempa tahun 1964 berkekuatan 6,5 yang merusak,” katanya.
Daryono mengingatkan bahwa jika dilihat dari aktivitas kegempaan di Aceh, perlu diwaspadai mengingat sudah lama tidak terjadi gempa yang justru berpotensi mengeluarkan kekuatan gempa yang besar.
Lihat Juga :