Letjen MT Haryono, Pahlawan Revolusi Korban G30S/PKI

Rabu, 21 September 2022 - 10:00 WIB
loading...
A A A
MT Haryono sempat menjabat sebagai Kepala Kantor Penghubung pada 1 September 1945 dan dipindahkan ke Sekretariat Keamanan per Desember 1945. Ketika memasuki masa Proklamasi, MT Haryono bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan berpangkat mayor. Selama berkiprah di TNI, anak pasangan Mas Harsono Tirtodarmo dan Patimah ini adalah pribadi dengan pembawaan tenang dan bersahaja.

Selain terkenal cerdas, MT Haryono juga memiliki kemampuan berbahasa asing seperti bahasa Belanda, bahasa Inggris, dan bahasa Jerman yang mumpuni. Maka dari itu, MT Haryono ditunjuk untuk mengikuti berbagai perundingan antara Indonesia dan Belanda ataupun antara Indonesia dengan Inggris. Kemampuan MT Haryono menguasai berbagai bahasa menjadikan ia sosok penting bagi berbagai agenda pemerintah Indonesia.

Salah satu perundingan besar yang diikuti MT Haryono adalah Konferensi Meja Bundar (KMB) tahun 1949. Kala itu, ia menjabat sebagai Sekretaris Delegasi Militer Indonesia. Setelahnya, MT Haryono didapuk menjadi atase militer Indonesia di Belanda.

Berkedudukan penting dengan berbagai keterampilan, terutama di bidang perundingan, MT Haryono memiliki karier cemerlang di dunia militer. Pada 1 Juli 1964, MT Haryono yang sudah berpangkat Mayjen (Mayor Jenderal) ditunjuk sebagai Deputi III Menteri/Panglima Angkatan Darat.

Saat menjabat sebagai Deputi III itulah pemikiran MT Haryono kerap bertentangan dengan gagasan Partai Komunis Indonesia (PKI). Pemikirannya juga tak jarang bersinggungan dengan PKI. Dengan tegas, MT Haryono menolak usulan PKI yang ingin memberikan senjata kepada kaum buruh dan petani, yang terkenal dengan sebutan Angkatan Kelima.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fadli Zon Tepis Soeharto...
Fadli Zon Tepis Soeharto Pelaku Genosida: Enggak Pernah Terbukti
G30S/PKI Cukup Jadi...
G30S/PKI Cukup Jadi Sejarah, Hasnuryadi: Tak Boleh Terjadi Lagi
Diiringi Lagu Gugur...
Diiringi Lagu Gugur Bunga, Prabowo-Gibran Tinjau Sumur Maut Lubang Buaya
Presiden Prabowo Pimpin...
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2025
Hari Ini Istana Kepresidenan...
Hari Ini Istana Kepresidenan Kibarkan Bendera Setengah Tiang
Apa Saja Latar Belakang...
Apa Saja Latar Belakang Terjadinya G30S PKI? Ada 5 Penyebab
Hari Pertama Masuk Sekolah,...
Hari Pertama Masuk Sekolah, Cawang Macet, Jalan Letjen MT Haryono Padat Merayap
Banjir di Jalan DI Panjaitan...
Banjir di Jalan DI Panjaitan Makin Tinggi, Lalu Lintas Dialihkan ke MT Haryono
Ini Perbedaan Sejarah...
Ini Perbedaan Sejarah Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Lahir Pancasila yang Sering Disalahpahami
Rekomendasi
Heboh! Sejumlah Artis...
Heboh! Sejumlah Artis Tagih Honor Miliaran Rupiah ke TV Swasta
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
Berita Terkini
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Alasan Hotman Paris...
Alasan Hotman Paris Tidak Khawatir soal Ucapannya 'Lu Punya Otak Gak?' Dilaporkan ke Polisi
Kejagung Dijadwalkan...
Kejagung Dijadwalkan Periksa Febrie Adriansyah Hari Ini, Sebelumnya Mangkir
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur...
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur FBI Langkah Strategis Hadapi Kejahatan Transnasional
Sebut 108 UU Perlu Diubah,...
Sebut 108 UU Perlu Diubah, Cak Imin: Omnibus Law Ciptaker hingga Agraria
KPK: Sebelum Serahkan...
KPK: Sebelum Serahkan Amplop ke Menhut, Bupati Kuansing Kumpulkan SGD 46.500
Infografis
Ayesha Farooq, Pilot...
Ayesha Farooq, Pilot Jet Tempur Perempuan Pakistan yang Jadi Pahlawan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved