Banyak Peneliti Mumpuni, Stafsus Presiden Sebut Ekosistem Riset Perlu Diperkuat
Senin, 19 September 2022 - 14:16 WIB
loading...
A
A
A
Pada kesempatan tersebut, Prof. Widodo juga menyampaikan bahwa Unibraw telah memiliki berbagai hasil riset yang sejatinya dapat dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. "Setuju Pak Diaz, bahwa ekosistem riset harus dibangun kokoh dan melibatkan seluruh stakeholder. Dengan kehadiran pemerintah, maka orkestrasi riset menjadi lebih jelas. Siapa (lembaga pendidikan mana) melakukan apa, dan dikoordinasikan pula dengan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional)," ujarnya.
"Dengan demikian tidak ada duplikasi dan overlapping. Serta perlu ada jaminan terhadap kebutuhan material dasar riset. Ini penting, mengingat lead time dan kualitas dari material dasar riset ini sangat berpengaruh terhadap hasil akhir riset," ulas Widodo.
Masih dalam pertemuan itu, Diaz juga menyampaikan perkembangan terkait beberapa isu strategis nasional yang menjadi arahan langsung Presiden RI, seperti ketahanan dan kedaulatan pangan, percepatan kendaraan listrik, dan digital advance technology' (teknologi digital maju). "Saya melihat, dengan segala resources yang luar biasa yang dimiliki, UB sangat berpotensi untuk terus berperan di berbagai isu strategis nasional tersebut," imbuh Diaz.
Hadir dalam pertemuan itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Internasionalisasi Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S., Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, Dr. Ir. Bambang Susilo, M.Sc.Agr.), Direktur Direktorat Kerja Sama dan Internasionalisasi, Karuniawan Puji Wicaksono, SP., MP., Ph.D, Ketua Program Double Degree/Joint Degree, Dr. Panji Deoranto, STP, MP, dan Dekan Fakultas Teknologi Pertanian, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP beserta jajaran kampus lainnya. Pertemuan diakhiri dengan penyerahan cinderamata dari rektor kepada Diaz dan selanjutnya sesi foto bersama.
"Dengan demikian tidak ada duplikasi dan overlapping. Serta perlu ada jaminan terhadap kebutuhan material dasar riset. Ini penting, mengingat lead time dan kualitas dari material dasar riset ini sangat berpengaruh terhadap hasil akhir riset," ulas Widodo.
Masih dalam pertemuan itu, Diaz juga menyampaikan perkembangan terkait beberapa isu strategis nasional yang menjadi arahan langsung Presiden RI, seperti ketahanan dan kedaulatan pangan, percepatan kendaraan listrik, dan digital advance technology' (teknologi digital maju). "Saya melihat, dengan segala resources yang luar biasa yang dimiliki, UB sangat berpotensi untuk terus berperan di berbagai isu strategis nasional tersebut," imbuh Diaz.
Hadir dalam pertemuan itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Internasionalisasi Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S., Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, Dr. Ir. Bambang Susilo, M.Sc.Agr.), Direktur Direktorat Kerja Sama dan Internasionalisasi, Karuniawan Puji Wicaksono, SP., MP., Ph.D, Ketua Program Double Degree/Joint Degree, Dr. Panji Deoranto, STP, MP, dan Dekan Fakultas Teknologi Pertanian, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP beserta jajaran kampus lainnya. Pertemuan diakhiri dengan penyerahan cinderamata dari rektor kepada Diaz dan selanjutnya sesi foto bersama.
(rca)
Lihat Juga :