Hasto Tuding Banyak Kecurangan Pemilu 2009, Demokrat: Apa Kabar Harun Masiku?

Senin, 19 September 2022 - 08:39 WIB
loading...
Hasto Tuding Banyak...
Eks calon anggota legislatif PDIP Harun Masiku masih menjadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: Dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menepis tudingan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang menyebut banyak kecurangan pada Pemilu 2009 era Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ). Herzaky membalas dengan menyindir tentang eks calon anggota legislatif PDIP Harun Masiku yang masih menjadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Harun Masiku merupakan tersangka kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024 yang turut menjerat eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. “Pertama saya ingin tegaskan kembali, 2009 itu ada enggak komisioner KPU yang ditangkap? Ada enggak misalnya penangkapan karena pemalsuan DPR atau apa pun, kan dia bilang pemalsuan, kami minta tolong bicara sesuai data, jangan manipulatif," kata Herzaky Mahendra Putra usai acara diskusi bertajuk Jangan Main Kayu dalam Demokrasi di Jakarta Pusat, Minggu (18/9/2022).

"Kalau bicara data, yang tertangkap yang kami tahu, ada masalah itu di 2019, ada bekas penyelenggara pemilu, komisioner KPU yang ditangkap karena upaya manipulatif terkait hasil pemilu," sambung Herzaky.

Baca juga: SBY Mengaku Tak Pernah Lakukan Kecurangan Pemilu, Hasto: Mudah Dipatahkan



Herzaky mengatakan bahwa tidak ada komisioner KPU yang ditangkap penegak hukum pada Pemilu 2009. Dia menambahkan, tidak ada kader Demokrat yang masih buron.

"Dan ada juga kader Pak Hasto yang sampai saat ini masih kabur, namanya Harun Masiku Pak Hasto, apa kabar Harun Masiku?" kata Herzaky.

Herzaky lantas menantang Hasto untuk membuktikan pernyataannya melalui data. "Jangan membuat istilahnya isu hoaks, sangat disayangkan kalau elite politik seharusnya mengedukasi masyarakat dengan data, tapi kemudian sibuk menyebar informasi yang tidak mendasar," pungkasnya.

Sebelumnya, Hasto menduga terjadi kecurangan pada Pemilu 2009. Partai Demokrat kala itu berhasil mendapat kenaikan suara 300 persen dibanding raihan di Pemilu 2004.

Menurut Hasto, Partai Demokrat adalah contoh kehadiran partai elektoral yang dipengaruhi gelombang reproduksi politik Amerika Serikat di Indonesia. Pada 2009, Partai Demokrat berhasil mendapat kenaikan suara 300 persen dibanding raihan di Pemilu 2004.

"Sistem multipartai seperti Indonesia yang sangat kompleks dengan intensitas persaingan yang sangat tinggi, sebenarnya tidak memungkinkan bagi parpol seperti Partai Demokrat untuk mengalami kenaikan 300 persen pada Pemilu 2009 lalu. Ini adalah suatu anomali di dalam pemilu," ujar Hasto dalam konferensi virtual, Minggu (18/9/2022).

Hasto mengatakan, terdapat manipulasi Daftar Pemilih Tetap atau DPT pada Pemilu 2009 yang dilakukan SBY. "Manipulasi daftar pemilih, itu luar biasa, ini juga zaman Pak SBY. Di mana, di zaman Pak Harto saja, tak pernah melakukan manipulasi DPT. Ini DPT dimanipulasi secara masif. Belanja iklan juga, ini duitnya dari mana?" kata Hasto.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Din Syamsuddin Ungkap...
Din Syamsuddin Ungkap Bung Karno Tokoh Dikagumi Dunia Internasional
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Sambil Melukis di Magelang,...
Sambil Melukis di Magelang, SBY Menyoroti Kejatuhan Pasar Modal dan Kurs Rupiah
Rekomendasi
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Berita Terkini
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved