Profil Jenderal Gatot Subroto, Tokoh Perjuangan Militer yang Menjadi Pahlawan Nasional Indonesia
Kamis, 15 September 2022 - 16:07 WIB
loading...
A
A
A
Saat pendudukan Jepang, Gatot Subroto mengikuti pendidikan Pembela Tanah Air(PETA), organisasi milik Jepang yang merekrut serdadu pribumi. Setelah lulus, dia menjadi komandan kompi di Banyumas sebelum akhirnya menjadi komandan batalyon.
Setelah Indonesia merdeka, pria kelahiran Banyumas ini bergabung bersama Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Kariernya di TKR terbilang cukup mentereng. Dia pernah menjadi Panglima Divisi II, Panglima Korps Polisi Militer, hingga Gubernur Militer Surakarta dan sekitarnya.
Dalam kesehariannya, Jenderal Gatot Subroto sangat peduli terhadap pribumi. Dia juga dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas, disiplin, dan membela kalangan yang tertindas.
Pada tahun 1948, pecah pemberontakan Madiun yang melibatkan PKI. Pemberontakan tersebut bisa diatasi oleh TKR di bawah pimpinan Gatot Subroto yang melancarkan operasi militer guna memulihkan keamanan.
Selain Pemberontakan Madiun, Gatot juga pernah berperan dalam penumpasan pemberontakan Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan pimpinan Kahar Muzakar pada 1952. Tak hanya sekadar meraih kemenangan, para pemberontak pun berhasil dibujuk agar kembali ke TKR.
Baca juga : Gawat!!! Jalan Gatot Subroto Dipenuhi Ranjau Paku
Setelah Indonesia merdeka, pria kelahiran Banyumas ini bergabung bersama Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Kariernya di TKR terbilang cukup mentereng. Dia pernah menjadi Panglima Divisi II, Panglima Korps Polisi Militer, hingga Gubernur Militer Surakarta dan sekitarnya.
Dalam kesehariannya, Jenderal Gatot Subroto sangat peduli terhadap pribumi. Dia juga dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas, disiplin, dan membela kalangan yang tertindas.
Pada tahun 1948, pecah pemberontakan Madiun yang melibatkan PKI. Pemberontakan tersebut bisa diatasi oleh TKR di bawah pimpinan Gatot Subroto yang melancarkan operasi militer guna memulihkan keamanan.
Selain Pemberontakan Madiun, Gatot juga pernah berperan dalam penumpasan pemberontakan Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan pimpinan Kahar Muzakar pada 1952. Tak hanya sekadar meraih kemenangan, para pemberontak pun berhasil dibujuk agar kembali ke TKR.
Baca juga : Gawat!!! Jalan Gatot Subroto Dipenuhi Ranjau Paku
Lihat Juga :