Ramai-ramai Prajurit Protes Effendi Simbolon, TNI AD: Tak Ada Instruksi
Selasa, 13 September 2022 - 15:14 WIB
loading...
Video memperlihatkan sejumlah prajurit TNI memprotes pernyataan anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon yang menyebut bahwa TNI seperti gerombolan beredar luas di media sosial. FOTO/TANGKAPAN LAYAR
A
A
A
JAKARTA - Video memperlihatkan sejumlah prajurit TNI memprotes pernyataan anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon yang menyebut bahwa TNI seperti gerombolan beredar luas di media sosial. Melalui video yang diunggah di akun instagram @jurnalmiliter, para tentara meminta Effendi Simbolon segera memohon maaf, serta memberikan klarifikasi atas pernyataannya tersebut.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Hamim Tohari menegaskan, tindakan protes yang dilakukan para prajurit itu bukan berdasarkan instruksi TNI AD.
"Saya sampaikan bahwa organisasi atau pimpinan TNI AD tidak pernah mengeluarkan instruksi atau perintah untuk melakukan hal tersebut," kata Hamim saat dihubungi MNC Portal, Selasa (13/8/2022).
Baca juga: KSAD Nyatakan Akur dengan Panglima TNI, Effendi Simbolon: Saya Bilang Disharmoni
Hamim menilai, tindakan prajurit tersebut merupakan reaksi yang muncul dari pernyataan Effendi Simbolon. "Mungkin saja itu terjadi sebagai reaksi spontan, bukan cuma dari prajurit, bahkan dari masyarakat juga, atas pernyataan seorang tokoh di ruang publik yang dianggap memancing kegaduhan," ucapnya.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Hamim Tohari menegaskan, tindakan protes yang dilakukan para prajurit itu bukan berdasarkan instruksi TNI AD.
"Saya sampaikan bahwa organisasi atau pimpinan TNI AD tidak pernah mengeluarkan instruksi atau perintah untuk melakukan hal tersebut," kata Hamim saat dihubungi MNC Portal, Selasa (13/8/2022).
Baca juga: KSAD Nyatakan Akur dengan Panglima TNI, Effendi Simbolon: Saya Bilang Disharmoni
Hamim menilai, tindakan prajurit tersebut merupakan reaksi yang muncul dari pernyataan Effendi Simbolon. "Mungkin saja itu terjadi sebagai reaksi spontan, bukan cuma dari prajurit, bahkan dari masyarakat juga, atas pernyataan seorang tokoh di ruang publik yang dianggap memancing kegaduhan," ucapnya.
Lihat Juga :