Latar Belakang Terjadinya Agresi Militer Belanda 1, Upaya Belanda untuk Kembali Menguasai Indonesia
Senin, 12 September 2022 - 13:03 WIB
loading...
A
A
A
Dikutip dari pemberitaan sebelumnya, agresi militer Belanda ini dipimpin Letnan Gubernur Jenderal Johannes van Mook, tepatnya sejak 21 Juli hingga 5 Agustus 1947. Operasi militer Belanda ini secara jelas telah melanggar perjanjian Linggarjati yang mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera dan Madura.
Agresi dimulai dengan masuknya pasukan sekutu ke Indonesia melalui Sabang, Aceh pada 23 Agustus 1945. Dalam hal ini, mereka ikut dalam rombongan NICA (Netherlands Indies Civil Administration) pimpinan Van Mook yang bertugas menjalankan pidato Ratu mengenai konsepsi kenegaraan di Indonesia.
Dalam Agresi Militer ini, Belanda menurunkan dua pasukan khususnya, yaitu Korps Speciale Troepen (KST) pimpinan Kapten Westerling dan Pasukan Para I di bawah Kapten C Sisselaar.
Baca juga : Perjuangan Heroik Mbah Min, Dapat Tugas Mengintai Kekuatan Militer Belanda
Tidak hanya menyasar Jawa, pasukan tersebut juga dikirim ke Sumatera Barat untuk merebut daerah-daerah strategis yang kaya. Dalam tindakannya ini, Belanda sama sekali tidak merasa bersalah. Justru, mereka berdalih bahwa agresinya ini dilakukan untuk mempertahankan kesepakatan atas Perundingan Linggarjati.
Agresi dimulai dengan masuknya pasukan sekutu ke Indonesia melalui Sabang, Aceh pada 23 Agustus 1945. Dalam hal ini, mereka ikut dalam rombongan NICA (Netherlands Indies Civil Administration) pimpinan Van Mook yang bertugas menjalankan pidato Ratu mengenai konsepsi kenegaraan di Indonesia.
Dalam Agresi Militer ini, Belanda menurunkan dua pasukan khususnya, yaitu Korps Speciale Troepen (KST) pimpinan Kapten Westerling dan Pasukan Para I di bawah Kapten C Sisselaar.
Baca juga : Perjuangan Heroik Mbah Min, Dapat Tugas Mengintai Kekuatan Militer Belanda
Tidak hanya menyasar Jawa, pasukan tersebut juga dikirim ke Sumatera Barat untuk merebut daerah-daerah strategis yang kaya. Dalam tindakannya ini, Belanda sama sekali tidak merasa bersalah. Justru, mereka berdalih bahwa agresinya ini dilakukan untuk mempertahankan kesepakatan atas Perundingan Linggarjati.
Lihat Juga :