Prihatin Ketika Tinjau Akademi Militer Vietnam, Jenderal Kopassus Ini Berbalik Dibikin Tercengang

Senin, 12 September 2022 - 06:34 WIB
loading...
Prihatin Ketika Tinjau...
Mantan Danjen Kopassus Letjen Sintong Panjaitan berhasil membuat reputasi militer Indonesia melambung di mata dunia. Foto/Buku Sintong Panjaitan, Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando
A A A
JAKARTA - Nama Sintong Panjaitan memang tidak sementereng tokoh TNI AD lainnya, seperti Tri Soetrisno, Wiranto, Prabowo Subianto, ataupun Luhut Panjaitan. Akan tetapi, tidak bisa dipungkiri Sintong Panjaitan merupakan salah satu perwira terbaik yang pernah dimiliki negeri ini.

Dalam perjalanan kariernya sebagai seorang prajurit TNI selama hampir 30 tahun, mantan Danjen Kopassus ini menerima kurang lebih 20 perintah operasi/penugasan di dalam dan luar negeri. Salah satunya yang cukup dikenal adalah saat ditugaskan dalam peristiwa pembajakan pesawat Garuda DC-9 Woyla dan pembebasan sandera di Bandara Internasional Don Muang, Bangkok, Thailand. Baca juga: Bahas Kekuatan Kopassus, LB Moerdani ke Sintong Panjaitan: Kamu Jangan Ngajari Saya!

Ditunjuk sebagai komandan pasukan penyerbu, Sintong bersama pasukannya berhasil melumpuhkan teroris hanya dalam waktu 3 menit. Tak pelak, membuat reputasi militer Indonesia melambung di mata dunia. Namanya pun semakin diperhitungkan di dunia militer.

Ketika menjabat Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif), Sintong yang kala itu masih berpangkat Brigjen mengemban tugas melakukan reorganisasi Pussenif. Termasuk membuat soft ware dengan jalan mengganti buku petunjuk infanteri yang pada waktu itu telah ketinggalan zaman. Dalam menyusun buku petunjuk infanteri baru, Sintong melakukan wawancara dengan para komandan di tingkat brigade, batalyon, dan kompi untuk memberi masukan.

Selain itu, Sintong dalam kunjungannya ke berbagai negara juga mempelajari masalah pendidikan dan latihan. Salah satu yang membuatnya sangat tertarik pada waktu berkunjung di Republik Demokrasi Vietnam.

Ketika Sintong meninjau Akademi Militer di Hanoi, pada awalnya ia sangat kasihan melihat asrama taruna akademi yang sangat sederhana. "Mereka hanya tidur beralaskan papan di tempat tidur dua susun, tanpa kasur, dan tanpa bantal. Pakaian yang mereka miliki hanya tiga stel dan mereka hanya mengenakan sandal jepit yang pada tahun 1965 dikenal di Indonesia dengan sebutan sandal Ho atau sandal Ho Chi Minh," ujar Sintong dikutip dari buku "Sintong Panjaitan, Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando", Senin (12/9/2021).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Tokoh Nasional Ajukan...
Tokoh Nasional Ajukan Amicus Curiae, Nadiem: Dukungan Tegakkan Keadilan dan Kebenaran
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Pangdivif 1 Kostrad...
Pangdivif 1 Kostrad Mayjen TNI Fikri Musmar Pimpin Sertijab Danyonkav 1 Kostrad
750 Yonif Teritorial...
750 Yonif Teritorial Pembangunan, Strategi TNI Menghadapi Ancaman Baru
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Haru Warga Sragen,...
Kisah Haru Warga Sragen, Dulu BAB Numpang di Rumah Tetangga Kini Punya Jamban TMMD
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Rekomendasi
4.576 Polisi Diterjunkan...
4.576 Polisi Diterjunkan untuk Jaga Demo di 5 Titik Jakarta Hari Ini
Lalin di Kawasan Patung...
Lalin di Kawasan Patung Kuda Ramai Lancar Jelang Aksi Massa
Ketika Sampah Menjadi...
Ketika Sampah Menjadi Sumber Daya, Strategi Sirkular Lippo Karawaci
Berita Terkini
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Qodari: Kalau Hanya Tuntutan, Bukan Demokrasi
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved