Tan Malaka Pascakemerdekaan, Sempat Ditunjuk Soekarno Ambil Alih Perjuangan

Sabtu, 10 September 2022 - 01:11 WIB
loading...
A A A
Selanjutnya Sjahrir berkeinginan membentuk banyak partai dan laskar perjuangan agar gelora membela kemerdekaan menjadi lebih hebat dan ingin berunding dengan Belanda yang mengakui de fakto Pulau Jawa dan Sumatera sebagai wilayah Republik Indonesia. Karena Sjahrir tidak mengetahui keadaan di luar Pulau Jawa.

Tan Malaka yang merupakan kelahiran di Nagari Pandam Gadang, Gunuang Omeh, Sumatera Barat ini kemudian didukung oleh partai oposisi dan TKR, secara diam-diam membentuk Persatuan Perjuangan (PP) pada 15 Januari 1946.

Keberadaan PP ini untuk mempersatukan kekuatan melawan Belanda bersama 140 organisasi. Pembentukan PP tersebut direstui oleh KNIP pada 26 Januari 1946, tetapi bertentangan dengan Perdana Menteri Sjahrir. Saat itu Soekarno, Hatta, dan Sjahrir lebih memilih jalan diplomasi.

Tan Malaka tak sepakat dengan jalan diplomasi. Termasuk Jenderal Besar Soedirman. Keduanya menginginkan agar tegas lantang mengatakan Indonesia sudah merdeka dan tidak perlu berunding lagi.

Dari sini kemudian lahirlah ide kudeta. Kelompok oposisi kemudian melakukan kudeta terhadap pemerintahan Sjahrir karena dianggap gagal mewujudkan pengakuan kedaulatan Indonesia 100 persen.

Akhirnya Sutan Sjahrir diculik oleh elemen Divisi III yang dipimpin Mayjen Sudarsono dan dibawa ke Solo. Kemudian Sudarsono mengirim konsep kabinet baru kepada Soekarno melalui M Yamin dan Iwa Kusuma Sumantri. Soekarni setuju untuk dilakukan perubahan kabinet.



Menteri Pertahanan Amir Syarifudin juga berhasil ditangkap oleh elemen Divisi III dan dua pengawalnya dari Pesindo tertembak mati. Kemudian Amir Syarifudin berhasil lolos dan melapor kepada Soekarno di Istana Negara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Deklarasi Kebangsaan,...
Deklarasi Kebangsaan, Gabungan Aliansi BEM Nasional Serukan 5 Tuntutan
Perindo Ajak Tokoh Muda...
Perindo Ajak Tokoh Muda Indonesia Timur Ambil Peran Menuju 2029
Soroti Isu Reformasi...
Soroti Isu Reformasi Jilid II, Sekjen Cipayung Plus: Tantangan Saat Ini Berbeda dengan 1998
Soroti Masalah Bangsa,...
Soroti Masalah Bangsa, Jaringan Cendekiawan Muda Ajukan 7 Tuntutan
Poltracking Temukan...
Poltracking Temukan PDIP Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Museum ITB Diresmikan,...
Museum ITB Diresmikan, Ruang Baru Membaca Masa Lalu dan Merajut Masa Depan
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Rekomendasi
Antusiasme Tinggi! 6.500...
Antusiasme Tinggi! 6.500 Siswa Ramaikan Audisi Liga Bintang Juara, Babak Utama Segera Dimulai!
Menginap di Hotel Ini...
Menginap di Hotel Ini Dapat Bonus Spa hingga Merchandise Eksklusif
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
Berita Terkini
Kejagung Sangkal Febrie...
Kejagung Sangkal Febrie Adriansyah Umrah: Sudah Dicekal, Kami Pastikan Ada di Indonesia
Kejagung Pastikan Telusuri...
Kejagung Pastikan Telusuri Informasi Bunker Lain Terkait Kasus Febrie Adriansyah
Sastra Indonesia Mendunia:...
Sastra Indonesia Mendunia: Karya Denny JA Segera Hadir dalam 35 Bahasa
Syuriyah NU se-Lampung...
Syuriyah NU se-Lampung Minta Calon Ketum PBNU Tak Rangkap Jabatan
Kejagung Perintahkan...
Kejagung Perintahkan Kepala Kejati Hentikan Pengumpulan Data Program MBG
Pertemuan Kapolri, Panglima...
Pertemuan Kapolri, Panglima TNI, dan Jaksa Agung Tegaskan Aparat Tetap Solid
Infografis
6 Jenderal Ditunjuk...
6 Jenderal Ditunjuk Menjadi Pangdam di Kodam Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved