Pernyataan Effendi Simbolon Terkesan Sudutkan TNI
Jum'at, 09 September 2022 - 16:40 WIB
loading...
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (kiri) dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman berfoto usai pelantikan yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/11/2021). FOTO/Setpres/Agus Suparto
A
A
A
JAKARTA - Pernyataan Anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon terkait isu ketidakharmonisan antara Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ( KSAD ), Jenderal Dudung Abdurachman dinilai hanya membuat gaduh. Apa yang disampaikan politikus PDIP itu merupakan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Pernyataan Pak Effendi Simbolon dan lainnya itu justru menyinggung perasaan rakyat Indonesia dan tentara," kata Ketua Cendekia Muda Nusantara, Adi Baiquni saat dihubungi wartawan, Jumat (9/9/2022).
Menurut Adi, pernyataan Effendi Simblon mengenai ketidakhamonisan Panglima TNI dan KSAD terkesan tidak produktif dan edukatif. Sebagai anggota DPR, seharusnya Effendi lebih fokus berbicara soal kebijakan, bukan mengumbar isu pribadi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Komentar Effendi Simbolon dan yang lain itu juga sangat tendensius, tidak boleh ikut campur terlalu jauh. Biacaralah soal kebijakan. Kalau menyorot yang spesifik, urusan personal yang di dalam, tidak penting diungkapkan ke publik. Itu tidak positif, tidak produktif, dan tidak edukatif," katanya.
Adi meminta Effendi Simbolon dan pihak lain berhenti mendiskreditkan TNI. Masih banyak kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan negara yang perlu disorot.
Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) ini menegaskan, jika terjadi perbedaan pendapat antara Panglima dan KSAD, merupakan hal yang wajar di alam demokrasi, sebagaimana di partai politik.
"Pernyataan Pak Effendi Simbolon dan lainnya itu justru menyinggung perasaan rakyat Indonesia dan tentara," kata Ketua Cendekia Muda Nusantara, Adi Baiquni saat dihubungi wartawan, Jumat (9/9/2022).
Menurut Adi, pernyataan Effendi Simblon mengenai ketidakhamonisan Panglima TNI dan KSAD terkesan tidak produktif dan edukatif. Sebagai anggota DPR, seharusnya Effendi lebih fokus berbicara soal kebijakan, bukan mengumbar isu pribadi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Komentar Effendi Simbolon dan yang lain itu juga sangat tendensius, tidak boleh ikut campur terlalu jauh. Biacaralah soal kebijakan. Kalau menyorot yang spesifik, urusan personal yang di dalam, tidak penting diungkapkan ke publik. Itu tidak positif, tidak produktif, dan tidak edukatif," katanya.
Adi meminta Effendi Simbolon dan pihak lain berhenti mendiskreditkan TNI. Masih banyak kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan negara yang perlu disorot.
Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) ini menegaskan, jika terjadi perbedaan pendapat antara Panglima dan KSAD, merupakan hal yang wajar di alam demokrasi, sebagaimana di partai politik.
Lihat Juga :