Bappenas: Data Kemiskinan Naik Jelang Pilkada lalu Turun Setelahnya
Rabu, 01 Juli 2020 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
"Lucunya kalau mau pilkada, turun, diturun-turunkan, justru terbalik. Jadi waktu mau pilkada garis kemiskinan dinaikkan sehingga bansos lebih banyak, saat terpilih berusaha meningkatkan garis kemiskinannya, garis kemiskinan kita membaik, kemiskinan rendah, dan seterusnya sebagai prestasi kepala daerah," katanya.
"Itu persoalan kita yang membuat Pak Ary (Mensos Juliary Batubara) bolak balik ke Bappenas , datanya bagaimana. Problem kita sesederhana itu," imbuh Suharso.
Kemudian masalah lainnya, sambung Suharso, daerah memiliki otonomi, Kementerian Sosial (kemensos) tidak bisa masuk begitu saja ke daerah mengatur data kemiskinan, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) yang punya struktur di desa pun tidak bisa masuk ke daerah terkait data ini. Sehingga, satu-satunya yang bisa adalah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan instrumen APBD-nya sehingga daerah pun takut.(Baca juga: Bappenas Proyeksi Angka Pengangguran Capai 12 Juta Orang di 2021 )
"Itu, jadi pelaksana programnya Kemensos, desainnya di kami (Bappenas), kadang kita menggunakan lahan Pak Halim (Mendes) untuk mencapainya, tekanannya ada di Kemenkeu dan Kemendagri, betapa sulitnya struktur itu," katanya.
"Itu persoalan kita yang membuat Pak Ary (Mensos Juliary Batubara) bolak balik ke Bappenas , datanya bagaimana. Problem kita sesederhana itu," imbuh Suharso.
Kemudian masalah lainnya, sambung Suharso, daerah memiliki otonomi, Kementerian Sosial (kemensos) tidak bisa masuk begitu saja ke daerah mengatur data kemiskinan, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) yang punya struktur di desa pun tidak bisa masuk ke daerah terkait data ini. Sehingga, satu-satunya yang bisa adalah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan instrumen APBD-nya sehingga daerah pun takut.(Baca juga: Bappenas Proyeksi Angka Pengangguran Capai 12 Juta Orang di 2021 )
"Itu, jadi pelaksana programnya Kemensos, desainnya di kami (Bappenas), kadang kita menggunakan lahan Pak Halim (Mendes) untuk mencapainya, tekanannya ada di Kemenkeu dan Kemendagri, betapa sulitnya struktur itu," katanya.
(abd)
Lihat Juga :