Demokrat Duga Ada Skenario Hidupkan Kembali Wacana Presiden Tiga Periode
Kamis, 01 September 2022 - 16:05 WIB
loading...
Presiden Jokowi membuka Musyawarah Rakyat Indonesia (Musra) di GOR Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (28/8/2022). FOTO/MPI/Fitri Rachmawati
A
A
A
JAKARTA - Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani menduga ada upaya terus menghidupkan isu presiden tiga periode di balik kegiatan Musyawarah Rakyat (Musra) yang digelar relawan pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hasil Musra menempatkan Jokowi sebagai capres pilihan pertama.
"Wacana Jokowi 3 periode yang kembali mengemuka pasca Musyawarah Rakyat yang diselenggarakan oleh kelompok relawan Jokowi semakin menegaskan bahwa skenario ini terus hidup dan dijalankan," ujar Kamhar Lakumani, Kamis (1/9/2022).
Menurut Kamhar, hasil Musra yang menempatkan kembali Jokowi sebagai calon presiden menunjukkan upaya untuk menggiring opini publik. "Ini menjadi operasi politik mendesepsi publik yang dilakukan elite-elite di lingkaran dalam kekuasaan untuk melanggengkan kekuasaan," katanya.
Kamhar mengingatkan, masih terekam dan tersimpan dalam memori publik, sejak awal wacana ini berhembus dari orang-orang dekat Presiden Jokowi. Isu itu memunculkan perlawanan keras dari rakyat, termasuk mahasiswa di seluruh Indonesia, dengan turun ke jalan menolak perpanjangan masa jabatan atau penambahan periodesasi presiden pada April lalu.
"Wacana Jokowi 3 periode yang kembali mengemuka pasca Musyawarah Rakyat yang diselenggarakan oleh kelompok relawan Jokowi semakin menegaskan bahwa skenario ini terus hidup dan dijalankan," ujar Kamhar Lakumani, Kamis (1/9/2022).
Menurut Kamhar, hasil Musra yang menempatkan kembali Jokowi sebagai calon presiden menunjukkan upaya untuk menggiring opini publik. "Ini menjadi operasi politik mendesepsi publik yang dilakukan elite-elite di lingkaran dalam kekuasaan untuk melanggengkan kekuasaan," katanya.
Kamhar mengingatkan, masih terekam dan tersimpan dalam memori publik, sejak awal wacana ini berhembus dari orang-orang dekat Presiden Jokowi. Isu itu memunculkan perlawanan keras dari rakyat, termasuk mahasiswa di seluruh Indonesia, dengan turun ke jalan menolak perpanjangan masa jabatan atau penambahan periodesasi presiden pada April lalu.
Lihat Juga :